“Karena perkara belum dicabut, Polisi bisa menghentikan perkara itu ketika korban menyatakan dicabut dan itu sebagai permohonan,” jelas pihak kepolisian.
“Tapi, karena ini belum ada pencabutan pelaporan, otomatis perkara ini juga akan kita jalankan dulu,” lanjutnya.
Baca Juga: Ratusan santri keracunan MBG di Demak, SPPG Pilangwetan ditutup dan dipasangi garis polisi
Sementara itu, korban bernama Lutviana mengaku telah memaafkan pelaku secara pribadi, namun tetap menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.
“Hasil mediasi dengan mbaknya tadi, mbaknya minta maaf tapi kita secara manusiawi sudah memaafkan. Tapi, ini kan negaranya negara hukum, jadi semua kasus yang terjadi kemarin saya serahkan ke pihak kepolisian,” ujar Lutviana.
Korban ingin ada efek jera
Lutviana menegaskan bahwa proses hukum tetap dilanjutkan agar memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang.
“Kita harus memberikan efek jera, karena biar dia tidak mengulangi kesalahan yang sama nanti,” tegasnya.
Baca Juga: Dulu kerja di bengkel karena ayah stroke, kini Hendi bisa sekolah gratis dan kejar mimpi
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan yang diterimanya di depan umum.
“Sampean ngeplak saya, ngata-ngatain saya di depan umum seakan-akan saya ini ngerebut suamimu. Saya dikatai-katain, semua yang di kebun binatang keluar semua. Kalau dibalik, mau?” ucapnya.
Pelaku akui khilaf karena emosi
Di sisi lain, pelaku IM mengaku perbuatannya terjadi karena emosi sesaat saat berkendara.
“Tersulut emosi, spontan, khilaf. Harapannya semoga dimaafkan karena saya ada anak, kasihan anak saya,” kata IM.
Artikel Terkait
Usai pidato, Kang Rey dikerubungi emak-emak dan pelajar minta selfie di Bupati Cup Taekwondo Subang
Emak-emak protes jalan ditutup saat CFD di Mempawah, video adu mulut viral di medsos
Plot twist emak-emak: Polisi kejar tersangka, dua ekor sapi ikut berlari
Mobil pikap terguling angkut emak-emak di Gowa, terekam kamera warga dan viral
Sebulan bisa tiga kali, emak-emak Bekasi omelin banjir yang bikin rumah becek dan berlumpur
Viral emak-emak datangi kantor SPPG Bekasi Barat, keluhkan menu MBG saat Ramadan
Banyak perusahaan di Subang belum patuh wajib lapor lowongan, Disnaker kesulitan mapping tenaga kerja