Sebagian menganggapnya kreatif, sementara lainnya menilai hal tersebut berisiko menyesatkan konsumen.
Libatkan UMKM sekitar
Di sisi lain, lapak sarapan tersebut diketahui turut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya dalam penyediaan menu.
Hal ini menjadi nilai tambah yang diapresiasi, meski tetap dibayangi polemik soal branding yang digunakan.
Pemilik lapak kembali menegaskan bahwa usahanya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan program makan bergizi gratis dari pemerintah.
“Dan tidak terkait dengan program apa pun,” tegasnya.
Baca Juga: Tragis! Anak di Lahat bunuh dan mutilasi ibu kandung, diduga dipicu uang judi online
Hingga Kamis, 9 April 2026 pukul 19.30 WIB, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 1.538 pengguna Instagram dan terus menuai beragam komentar dari warganet.
Fenomena ini pun menjadi contoh bagaimana strategi branding yang unik bisa menarik perhatian publik, namun di sisi lain juga perlu mempertimbangkan potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.***
Artikel Terkait
10 Tips sukses bisnis kuliner tradisional di era modern
Pelaku kuliner lokal bersyukur terlibat Makan Bergizi Gratis: Bisa pekerjakan masyarakat, pedagang sekitar
Mengenang Raminten: Sejarah dan warisan budaya kuliner sarat budaya dari almarhum Hamzah Sulaiman
6 Investor swasta gelontorkan Rp3,65 triliun ke IKN, dari kuliner hingga perhotelan internasional
Dugaan keracunan MBG di Jaktim, 72 siswa dirawat di 3 rumah sakit
Viral motor berlogo BGN untuk MBG, Kepala BGN sebut total 25 ribu unit bukan 70 ribu
Viral pegawai SPPG Sumenep joget dan sawer uang di dapur MBG, warga soroti etika