GENMILENIAL.ID - Kisah perjuangan seorang guru di pelosok Sumatera Barat viral di media sosial setelah memperlihatkan medan ekstrem yang harus dilalui demi bisa mengajar setiap hari.
Guru tersebut bernama Silvatri Reza Vianda yang mengajar di SD Negeri 08 Nenan Maek, Nagari Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Melalui unggahan di akun TikTok @revo_matic, ia membagikan perjalanan penuh tantangan yang harus ditempuh menuju sekolah, mulai dari jalan rusak hingga sungai berarus deras yang kerap menghambat perjalanan.
Baca Juga: Viral korban pelecehan jadi tersangka di Pagar Alam, massa protes hingga segel kantor pos
Jalan rusak dan terjal jadi tantangan harian
Dalam video yang diunggah, terlihat Silvatri harus melewati jalan tanah yang dipenuhi batu-batu besar dan permukaan yang tidak rata.
Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi berisiko, terutama saat melintasi tanjakan.
Beberapa kali ia dan rekannya harus turun dari motor untuk mendorong kendaraan agar bisa melewati medan yang sulit.
Bahkan, dalam salah satu momen, ia terlihat terjatuh karena kondisi jalan yang licin dan tidak stabil.
“Nenan ku, Nenan mu, dan Nenan kita,” tulisnya dalam unggahan tersebut, Kamis, 9 April 2026.
Perjalanan menuju sekolah tersebut menempuh jarak sekitar 13 kilometer dengan waktu tempuh berkisar antara 45 hingga 60 menit setiap harinya.
Saat hujan, jalan berubah jadi sungai deras
Tak hanya menghadapi jalan berbatu, tantangan semakin berat saat hujan turun. Akses jalan yang dilalui berubah menjadi aliran sungai dengan arus yang cukup deras.
Artikel Terkait
Viral guru di Grobogan keluhkan jalan berlumpur menuju SDN 4 Pandanharum, Pemkab janjikan perbaikan 2026
Kasus guru honorer Probolinggo diduga terima gaji dobel dihentikan, Kejati Jatim ambil alih penyidikan
Akses ekstrem ke sekolah, guru SDN Inpres 3 Bainaa Sulteng harus seberangi 6 sungai dan jalan kaki 7 km demi mengajar
Viral guru di Blitar keluhkan harus pindahkan MBG dari kantong SPPG ke plastik, disebut kurangi jam mengajar
Dari keresahan sampah Pasar Terminal, guru di Subang ini dirikan bank sampah dengan 150 nasabah
Curhatan guru di Semarang saat pembagian MBG, mengaku pulang telat karena harus rapikan ompreng
Viral sisa makanan MBG dikumpulkan guru untuk pakan ternak, warganet soroti food waste