Dalam video yang dibagikan pihak rumah sakit, ia mengaku aksi tersebut dilakukan secara spontan tanpa maksud tertentu.
“Terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri, tidak ada maksud politik dan menyindir siapa pun,” ucapnya.
Baca Juga: MBG datang saat siswa sudah pulang, wali murid di Gresik keluhkan keterlambatan pengantaran
Ia juga menyampaikan penyesalan karena aksinya menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.
“Dari hati kecil saya yang paling dalam, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit dan masyarakat,” tuturnya.
Warganet soroti etika pengambilan video
Video tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet.
Sebagian menilai memutar musik di ruang operasi merupakan hal yang lumrah untuk mengurangi tekanan saat bekerja.
Baca Juga: Detik-detik gempa M 7,6 guncang Manado, tamu hotel panik saat air kolam bergelombang
Namun, banyak yang menyoroti pengambilan video di ruang operasi yang dinilai tidak sesuai dengan standar operasional.
“Sebenarnya sudah biasa operasi sambil putar musik, salahnya kenapa di-post,” tulis salah satu warganet.
“Ambil video di ruang operasi jelas melanggar SOP,” komentar lainnya.
Peristiwa ini pun kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalisme dan etika, terutama di ruang pelayanan kesehatan yang bersifat privat.***
Artikel Terkait
Terkait layanan kesehatan, Bupati Subang minta Nakes layani pasien penuh ketulusan seperti keluarga sendiri
Kondisi korban bus maut rombongan nakes Jember di Jalur Bromo, 3 orang pulang, 21 masih dirawat
Viral joget sambil ngaku dapat Rp6 juta per hari, mitra MBG tempuh jalur hukum
Viral mitra MBG joget, Lita Gading sentil keras hingga tantang dilaporkan ke polisi
Viral joget soal insentif Rp6 juta, mitra MBG Hendrik Irawan minta maaf dan klarifikasi
Viral joget di dapur MBG, SPPG milik pria ini dibekukan, BGN tegaskan bukan bisnis
Viral joget di dapur MBG, SPPG Pangauban disetop sementara, Hendrik Irawan minta maaf