Pandji Pragiwaksono sentil menu fish and chips MBG Ramadan di Solo, wali kota turun tangan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 15 Maret 2026 | 17:55 WIB
Pandji Pragiwaksono ikut komentari menu MBG Ramadan SPPG Mojosongo (Threads/pandji.pragiwaksono)
Pandji Pragiwaksono ikut komentari menu MBG Ramadan SPPG Mojosongo (Threads/pandji.pragiwaksono)

“Ini saya ingatkan sekali lagi, saya pengen baik-baik di sini. Tolong komitmennya bersama, jangan sampai hal seperti ini terjadi berulang,” ujarnya dalam video yang diunggah pada Minggu, 15 Maret 2026.

Baca Juga: Komunitas motor Ghost Angel’s Riders dan Lazismu Subang santuni 20 anak yatim dan dhuafa di Ramadan

Respati juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima teguran dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait polemik menu MBG tersebut.

“Pengalaman ini sudah sangat memprihatinkan Satgas MBG, saya bersama TNI/Polri dan Kejaksaan akan menindak tegas SPPG yang tidak melaksanakan sesuai ketentuan dan masyarakat harus jadi korbannya,” tegasnya.

SPPG Mojosongo minta maaf

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, pihak SPPG Mojosongo melalui kepala dan ahli gizinya menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Kepala SPPG Mojosongo, Herdi, menjelaskan bahwa menu yang dimaksud sebenarnya merupakan paket makanan yang dibagikan pada Selasa, 10 Maret 2026.

Baca Juga: TNI AD bangun 35 jembatan bailey di Aceh untuk perkuat konektivitas antarwilayah

“Terkait foto yang beredar, kami menggunakan menu tersebut pada hari Selasa, 10 Maret 2026 yaitu ikan fillet tepung, french fries, dan buah,” jelas Herdi.

Ia menambahkan bahwa terdapat perbedaan menu buah antara porsi besar dan porsi kecil dalam paket MBG tersebut.

Menurutnya, porsi kecil mendapatkan buah jambu kristal, sedangkan porsi besar mendapatkan buah pisang.

Herdi juga menjelaskan bahwa tampilan makanan dalam foto terlihat lebih sedikit karena faktor penataan serta proses pengemasan vakum yang membuat tampilan makanan menjadi kurang menarik.

Baca Juga: Viral 3 toko di Jaktim ditembak OTK pakai petasan, diduga jadi tempat jualan obat keras tanpa izin

“Tampilan pada foto terlihat lebih sedikit karena faktor penataan serta proses pengemasan vakum yang membuat tampilan makanan menjadi kurang menarik,” ujarnya.

Pihak SPPG Mojosongo pun menyatakan akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan polemik di kemudian hari.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X