KPK mulai petakan celah korupsi MBG, isu mark up bahan baku SPPG jadi sorotan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 4 Maret 2026 | 14:32 WIB
Menyoroti isu mark up bahan baku dalam paket program makan bergizi gratis (MBG) yang menuai sorotan di media sosial (Instagram.com/@thinksmart.id - Ombudsman RI)
Menyoroti isu mark up bahan baku dalam paket program makan bergizi gratis (MBG) yang menuai sorotan di media sosial (Instagram.com/@thinksmart.id - Ombudsman RI)

GENMILENIAL.ID – Isu dugaan mark up atau penggelembungan harga bahan baku pangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah ramai diperbincangkan publik di media sosial.

Sorotan itu mencuat di tengah berbagai keluhan terkait kualitas makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Sebelumnya, pada 24 Februari 2026, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengakui pihaknya menerima banyak laporan mengenai mitra yang diduga melakukan penggelembungan harga bahan baku untuk dapur SPPG.

Ia menyebut harga yang diajukan bahkan melebihi harga eceran tertinggi dan kualitas bahan yang diterima tidak selalu sesuai standar.

Baca Juga: Viral amarah kepala SD di Salatiga Jateng gegara dugaan jeruk busuk hingga ulat masuk paket MBG siswa

Nanik meminta kepala SPPG, pengawas keuangan, hingga pengawas gizi tidak mengikuti praktik yang menyimpang dari ketentuan tersebut.

Pernyataan itu memicu perhatian luas karena program MBG merupakan salah satu agenda prioritas yang menyasar siswa dan kelompok rentan.

Di tengah isu tersebut, beredar pula video yang memperlihatkan aksi protes warga sekaligus penerima manfaat di wilayah Lebak Gede, Kota Bandung, Jawa Barat.

Dalam unggahan akun @thinksmart.id yang dikutip Rabu, 4 Maret 2026, seorang warga menyampaikan kritik langsung kepada sosok yang disebut sebagai ahli gizi dari SPPG terkait kualitas makanan yang diterima.

Baca Juga: SPPG Giyanti Temanggung dihentikan sementara usai dugaan paket MBG tak layak konsumsi

Modal satu porsi disorot

Dalam unggahan yang sama, disebutkan bahwa modal untuk satu porsi makanan diduga hanya berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000.

Angka tersebut dinilai tidak sebanding dengan standar harga dan kualitas yang diharapkan dalam program MBG.

Kondisi itu memunculkan kecurigaan adanya pemotongan anggaran yang terlalu besar di tingkat pengelolaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X