GENMILENIAL.ID – Fenomena paket gabungan atau bundling dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 2026 ramai diperbincangkan di media sosial.
Salah satu contoh pelaksanaannya terlihat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngawen 2, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Program tersebut menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di Instagram memperlihatkan paket MBG yang dibagikan sekaligus untuk kebutuhan tiga hari.
Paket tersebut berisi makanan kering hingga buah-buahan yang dikemas dalam tas khusus.
Baca Juga: Gus Miftah: MBG program baik, yang perlu diperbaiki cara pengelolaannya
Unggahan akun Instagram @depokhariini pada Kamis, 5 Maret 2026, memperlihatkan tim SPPG yang menyiapkan paket makanan tersebut.
Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa pengelolaan dana MBG yang tepat dapat menghasilkan paket makanan yang tetap layak selama Ramadan.
"Di tengah isu global yang memanas, blokir energi minyak bumi, hingga ancaman krisis pangan, lembaga yang diberi amanah harus benar-benar siap," tulis postingan tersebut.
"Begini jika Rp10 ribu dikelola SPPG yang tepat selama Ramadan 2026," tambahnya.
Paket bundling tersebut diketahui telah dibagikan kepada masyarakat oleh penyedia dapur SPPG Ngawen 2 Blora pada 2 hingga 4 Maret 2026.
Menu MBG dirapel untuk tiga hari
Secara terpisah, pihak SPPG Ngawen 2 Blora menjelaskan bahwa menu kering dalam paket tersebut memang merupakan rapelan atau gabungan untuk tiga hari sekaligus.
Penjelasan itu disampaikan melalui unggahan akun Instagram @sppgngawenduablora pada Rabu, 4 Maret 2026.
Artikel Terkait
Ratusan miliar untuk seragam hingga alat makan MBG, ICW soroti tata kelola Badan Gizi Nasional
ICW soroti pengadaan MBG, pembelian sendok bebek 2025 disebut habiskan Rp4 miliar
Viral puluhan ambulans ke SMAN 2 Kudus, Kepala SPPG minta maaf dan siap tanggung jawab dugaan keracunan MBG
Viral sopir MBG tabrak gerbang SDN Clapar Kebumen, warga ikat sopir yang rusuh
KPK mulai petakan celah korupsi MBG, isu mark up bahan baku SPPG jadi sorotan
Viral temuan belatung hidup di puding MBG Kota Malang, SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 akui kurang teliti
Gus Miftah: MBG program baik, yang perlu diperbaiki cara pengelolaannya