Khamenei wafat, poros perlawanan masuki babak baru perjuangan regional

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 1 Maret 2026 | 21:12 WIB
Yanuardi Syukur, peneliti di Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia dan juga dosen Antropologi Universitas Khairun
Yanuardi Syukur, peneliti di Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia dan juga dosen Antropologi Universitas Khairun

Tetapi di balik pernyataan heroik itu, terdapat tantangan besar dalam mempertahankan loyalitas jaringan.

Baca Juga: Viral sopir bajaj mengamuk di Halte TJ Koridor 2, rusak wiper hingga nyaris lempar tong sampah

Yanuardi menilai loyalitas di Timur Tengah tidak hanya dibangun atas dasar ideologi, tetapi juga jaringan patronase, kekerabatan, dan karisma personal.

Khamenei mewarisi legitimasi simbolik dari relasi sakral guru-murid dengan Ayatollah Khomeini. Tidak semua pemimpin proksi memiliki warisan karismatik serupa.

Di Irak, misalnya, sebagian milisi mulai merapat ke otoritas marjaiyah di Najaf. Fenomena ini disebut sebagai religious switching, yaitu pergeseran orientasi keagamaan ketika institusi pusat kehilangan legitimasi.

Glokalisasi dan masa depan poros

Ke depan, nasib Poros Perlawanan akan ditentukan oleh kemampuan para pemimpin lokal menerjemahkan warisan simbolik Khamenei ke dalam konteks masing-masing wilayah.

Baca Juga: Perkebunan kopi terancam lubang raksasa, Usman warga Aceh Tengah ikhlas lepas tanah 30 tahun

Konsep glokalisasi menjadi relevan, di mana ideologi global harus diadaptasi secara lokal agar tetap bermakna.

Hizbullah bisa menegaskan perlawanan terhadap Israel sebagai identitas utama tanpa sepenuhnya bergantung pada Teheran.

Milisi Irak mungkin kembali menguatkan nasionalisme Arab. Houthi di Yaman dapat memperluas narasi kezaliman global dalam konteks regional mereka.

“Poros Perlawanan tidak akan runtuh begitu saja, tetapi bentuknya tidak akan sama lagi,” tegas Yanuardi.

Baca Juga: Pelatihan gratis dari Desa Sidajaya, LPK Balkondes Lembur Cigarukgak cetak SDM siap kerja untuk industri Subang

Ia menambahkan, jika konsolidasi tidak terjadi, jaringan yang sebelumnya terpusat bisa berubah menjadi galaksi-galaksi kecil yang bergerak lebih lokal dan tidak lagi mengorbit pada satu figur sentral.

Dinamika geopolitik beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu apakah Poros Perlawanan mampu berevolusi atau justru terfragmentasi dalam fase baru perjuangan regional.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X