Lubang raksasa di Aceh Tengah makin melebar, jalan alternatif warga ditutup total

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:47 WIB
Lubang raksasa di Aceh Tengah makin melebar hingga ke jalan alternatif (Instagram/keber_gayo)
Lubang raksasa di Aceh Tengah makin melebar hingga ke jalan alternatif (Instagram/keber_gayo)

Sebagai solusi sementara, pemerintah setempat bersama pihak terkait mulai membuka jalur alternatif baru.

Sejumlah alat berat diterjunkan untuk mempercepat proses pengerjaan akses pengganti tersebut.

Baca Juga: Kronologi dan hasil autopsi NS, bocah 12 tahun di Sukabumi diduga korban penganiayaan ibu tiri

Namun, jalur baru ini memiliki tantangan tersendiri. Warga harus menempuh jarak lebih jauh karena lokasi jalan pengganti berada cukup jauh dari rute sebelumnya.

“Lokasi jalan tersebut cukup jauh dan mengharuskan pengendara memutar lebih panjang dari jalur biasanya,” tulis keterangan dalam video lainnya.

BRIN tegaskan bukan sinkhole

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, menegaskan bahwa fenomena lubang raksasa di Desa Pondok Balik bukanlah sinkhole.

Baca Juga: 365 Hari Subang Ngabret: Pangkas hibah Rp90 miliar, 92 km jalan tuntas di tahun pertama Kang Rey

Menurutnya, lubang tersebut terbentuk akibat aktivitas longsoran tanah yang terjadi secara bertahap.

Ia menjelaskan bahwa kawasan tersebut tidak memiliki batu gamping yang umumnya menjadi penyebab sinkhole.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” ujar Adrin, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia juga menambahkan bahwa faktor gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi di Aceh Tengah pada 2013 diduga memperlemah struktur lereng dan meningkatkan ketidakstabilan tanah.

Baca Juga: Diduga mabuk, sopir bus PO Harapan Jaya ugal-ugalan di Jombang hingga diamankan polisi

Selain itu, keberadaan saluran irigasi di area persawahan sekitar lokasi turut mempercepat pelapukan tanah akibat penyerapan air yang tinggi.

Dengan kondisi yang terus memburuk, warga berharap ada penanganan jangka panjang agar lubang raksasa tersebut tidak semakin meluas dan mengancam permukiman serta akses vital masyarakat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X