GENMILENIAL.ID – Nama Masir (75 tahun), seorang kakek asal Desa Sumberanyar, Situbondo, Jawa Timur, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Ia menjadi sorotan publik setelah divonis 5 bulan 20 hari penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Situbondo dalam kasus penangkapan burung cendet di kawasan Taman Nasional (TN) Baluran.
Kisah Masir ramai dibagikan akun Instagram @mountnesia pada Senin, 9 Januari 2026.
Dalam unggahan tersebut disebutkan, di usia senjanya, Masir harus menjalani hari-hari di balik jeruji besi.
Baca Juga: Bukan sekadar wacana, JCS tegaskan kolaborasi nyata kota kreatif DIY di awal 2026
“Di usia 75 tahun, Kakek Masir, warga Desa Sumberanyar, Situbondo, harus menjalani hari-hari di balik jeruji besi,” tulis akun tersebut.
Tangkap 5 ekor cendet untuk dijual
Dalam kasus ini, Masir diketahui menangkap lima ekor burung cendet di kawasan TN Baluran. Burung tersebut rencananya akan dijual kembali dengan harga Rp30 ribu per ekor.
Aksi itu bukan dilakukan untuk hobi, melainkan demi menyambung hidup.
“Sekadar agar dapur tetap berasap dan perut terisi,” tulis unggahan tersebut.
Baca Juga: Korban miras oplosan Subang jadi 9 tewas, pemasok dan pemilik toko ditangkap polisi
Namun, langkah yang diniatkan untuk bertahan hidup itu justru berujung pada proses hukum.
Masir sempat dituntut dua tahun penjara sebelum akhirnya majelis hakim menjatuhkan vonis lebih ringan, yakni 5 bulan 20 hari kurungan.
Tak dapat restorative justice
Artikel Terkait
Usai viral nenek di Boyolali dikeroyok warga, Deddy Corbuzier: Kalau curi 2 ton duit negara, dipukulin juga?
Babak baru korupsi Pertamina: Kejagung limpahkan 9 tersangka kasus minyak mentah ke Pengadilan
Renovasi rumah nenek Satinah dimulai, warga gotong royong bongkar atap yang hampir ambruk
Mahfud MD: Roy Suryo cs baru bisa dipidana jika keaslian ijazah Jokowi terbukti di pengadilan
Pilu korban banjir Aceh Tamiang berteduh di bawah terpal, seorang ibu mengaku tak butuh uang
Tangis pilu nenek di Aceh Tamiang, tabungan umrah hasil nabung receh hanyut tersapu banjir
'Saya mau pulang ke mana?' Pilu warga Pidie Jaya usai rumah hancur diterjang banjir dan bantuan hilang