Viral polisi di Kediri buka terapi energi alam gratis tanpa sentuhan, konsisten dilakukan sejak 8 tahun

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 10 Februari 2026 | 21:09 WIB
Mengintip terapi unik yang diklaim berasal dari energi alam oleh anggota polisi di Kediri, Jawa Timur (Instagram.com/@undercover.id)
Mengintip terapi unik yang diklaim berasal dari energi alam oleh anggota polisi di Kediri, Jawa Timur (Instagram.com/@undercover.id)

Berawal dari kegelisahan saat dampingi pramuka

Ony mengungkapkan, ketertarikannya pada terapi energi alam bermula dari pengalaman pribadinya saat mendampingi kegiatan Pramuka.

Kala itu, ia kerap menemui anak-anak yang mengalami kesurupan atau tiba-tiba jatuh sakit saat kegiatan lapangan.

“Awalnya saya hanya bingung bagaimana membantu anak-anak kalau ada yang kesurupan atau tiba-tiba drop saat kegiatan,” tutur Ony.

Ia mengakui tidak memiliki latar belakang medis maupun ilmu pengobatan alternatif. Namun, kegelisahan karena merasa tidak mampu membantu membuatnya tertarik mempelajari terapi energi alam.

Baca Juga: Jelang Ramadan, inflasi Subang terkendali di angka 2,92 persen

“Saya benar-benar tidak punya ilmu apa-apa,” tandasnya.

Konsisten membantu warga kurang mampu dan lansia

Seiring waktu, metode terapi tersebut mulai ia praktikkan kepada keluarga dan orang-orang terdekat.

Hingga akhirnya, saat aktif menjalankan tugas kepolisian dan melakukan sambang warga, Ony melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan.

Ia kerap menjumpai warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu yang hidup seorang diri, menderita sakit, serta kesulitan mengakses layanan kesehatan formal.

Baca Juga: Sempat trauma usai bencana, ibu suarni di Aceh Tengah menangis saat kembali ke area rumahnya yang hilang tersapu longsor

Dari situlah, Ony semakin mantap membuka layanan terapi energi alam secara gratis sebagai bentuk kepedulian sosial.

Aksi tersebut pun menuai beragam respons dari warganet.

Sebagian menilai langkah Ony sebagai bentuk empati dan pengabdian kepada masyarakat, meski metode terapi yang digunakan terbilang tidak lazim.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X