Akses jalan putus pascabanjir, anak-anak di Aceh Utara kesulitan berangkat sekolah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 26 Januari 2026 | 21:54 WIB
Anak-anak di Aceh Utara kesulitan akses ke sekolah karena jalan putus (Instagram/rully_xabian)
Anak-anak di Aceh Utara kesulitan akses ke sekolah karena jalan putus (Instagram/rully_xabian)

Seorang guru yang terekam dalam video menyampaikan harapan agar pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki akses jalan.

Baca Juga: 141 Warga mengungsi di bawah Flyover Pamanukan, banjir Sungai Cigadung kembali rendam Desa Mulyasari

“Kami berharap pemerintah segera menangani jalan ini supaya anak-anak bisa kembali sekolah dengan aman,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena akses pendidikan terancam terganggu dalam jangka panjang jika tidak segera ditangani.

Jembatan darurat dibangun, Huntara masih dikebut

Sementara itu, pemerintah bersama aparat gabungan telah membangun jembatan darurat yang menghubungkan Desa Riseh dan Dusun Cot Calang.

Jembatan ini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dan dibangun oleh personel BKO Brimob Polda Kalimantan Timur bersama Polres Lhokseumawe.

Baca Juga: Kemenkeu bantah hoaks suntikan dana Rp200 triliun ke Bank Himbara

Meski demikian, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir masih menjadi pekerjaan rumah.

Pemkab Aceh Utara menargetkan huntara selesai sebelum pertengahan Februari 2026, menjelang bulan Ramadan.

Berdasarkan data sementara, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu mengakibatkan 345 orang meninggal dunia, 6 orang masih hilang, dan lebih dari 33 ribu warga mengungsi di 12 kecamatan di Aceh Utara.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X