Akses darat masih putus, warga desa terisolir di Aceh Tengah jalan kaki 2 km lewati sungai demi jual durian

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 16 Januari 2026 | 12:16 WIB
Usaha warga terisolir di Kecamatan Linge, Aceh Tengah untuk menjual durian (Instagram/serta_lia_gali)
Usaha warga terisolir di Kecamatan Linge, Aceh Tengah untuk menjual durian (Instagram/serta_lia_gali)

Warga tampak berhati-hati saat melintasi dua bilah bambu yang dijadikan jembatan kecil di atas bebatuan, sementara di bawahnya aliran sungai berwarna cokelat terlihat cukup deras dan berbahaya.

Baca Juga: Ray Rangkuti bongkar mudarat Pilkada lewat DPRD, ingatkan krisis kepercayaan publik dan ancaman demokrasi

Warga harap akses jalan segera dibuka

Dalam unggahan lain, seorang warga menyampaikan harapannya agar pemerintah segera membuka kembali akses jalan darat menuju Desa Kute Reje.

“Ini dipikul dengan jarak dua kilometer dari perkebunan, lewat jalan terjal, sungai, dan tebing. Berharap pada pemerintah untuk segera membuka akses warga Kute Reje agar mudah mengambil hasil pertanian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, durian Jamat yang dihasilkan warga memiliki kualitas tinggi dan berpotensi membantu pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana jika akses transportasi memadai.

Dijual hingga digratiskan untuk relawan

Tak hanya dijual ke Takengon, durian Jamat milik warga Desa Kute Reje juga dijual kepada relawan yang datang membawa bantuan.

Baca Juga: APDESI Subang bongkar modus 'surat cinta' oknum LSM, hampir seluruh kades pernah diintimidasi

Bahkan, sebagian warga menggratiskan durian sebagai bentuk rasa terima kasih atas kepedulian para relawan.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya warga bertahan di tengah keterbatasan, sekaligus bentuk solidaritas dalam masa pemulihan pascabencana.

Membeli hasil panen warga disebut menjadi cara konkret untuk membantu roda ekonomi masyarakat terdampak banjir.

Masih 24 desa terisolir di Aceh Tengah

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, hingga pertengahan Januari 2026 masih terdapat 24 desa yang terisolir akibat akses jalan terputus.

Baca Juga: OTT oknum LSM peras kades, Polres Subang bongkar modus intimidasi anggaran desa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X