Warga tampak berhati-hati saat melintasi dua bilah bambu yang dijadikan jembatan kecil di atas bebatuan, sementara di bawahnya aliran sungai berwarna cokelat terlihat cukup deras dan berbahaya.
Warga harap akses jalan segera dibuka
Dalam unggahan lain, seorang warga menyampaikan harapannya agar pemerintah segera membuka kembali akses jalan darat menuju Desa Kute Reje.
“Ini dipikul dengan jarak dua kilometer dari perkebunan, lewat jalan terjal, sungai, dan tebing. Berharap pada pemerintah untuk segera membuka akses warga Kute Reje agar mudah mengambil hasil pertanian,” ungkapnya.
Ia menambahkan, durian Jamat yang dihasilkan warga memiliki kualitas tinggi dan berpotensi membantu pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana jika akses transportasi memadai.
Dijual hingga digratiskan untuk relawan
Tak hanya dijual ke Takengon, durian Jamat milik warga Desa Kute Reje juga dijual kepada relawan yang datang membawa bantuan.
Baca Juga: APDESI Subang bongkar modus 'surat cinta' oknum LSM, hampir seluruh kades pernah diintimidasi
Bahkan, sebagian warga menggratiskan durian sebagai bentuk rasa terima kasih atas kepedulian para relawan.
Langkah tersebut menjadi salah satu upaya warga bertahan di tengah keterbatasan, sekaligus bentuk solidaritas dalam masa pemulihan pascabencana.
Membeli hasil panen warga disebut menjadi cara konkret untuk membantu roda ekonomi masyarakat terdampak banjir.
Masih 24 desa terisolir di Aceh Tengah
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, hingga pertengahan Januari 2026 masih terdapat 24 desa yang terisolir akibat akses jalan terputus.
Baca Juga: OTT oknum LSM peras kades, Polres Subang bongkar modus intimidasi anggaran desa
Artikel Terkait
Lumpur pascabanjir masih jadi PR besar, Mendagri dorong tambahan 15 ribu personel TNI-Polri
Menkes Budi curhat mahalnya tiket pesawat ke Aceh, relawan medis terpaksa masuk lewat Malaysia
Edukasi anak-anak korban bencana di Aceh, influencer Virdian Aurellio yakin kesadaran ekologis generasi muda mulai tumbuh
Tour Guide ungkap keindahan sungai air hitam di Kalimantan, kini disorot karena dugaan limbah tambang
Cerita penyintas banjir bandang Aceh Tamiang: Dikira banjir biasa, kami tak punya persiapan
Influencer King Abdi ungkap kebutuhan mendesak warga Aceh Tamiang, bukan hanya makanan tapi obat penyakit kulit
Viral souvenir pernikahan Gen Z pakai bibit pohon, warganet gemas pengen niru