Menkes Budi curhat mahalnya tiket pesawat ke Aceh, relawan medis terpaksa masuk lewat Malaysia

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 12 Januari 2026 | 03:42 WIB
Menkes Budi Gunadi singgung mahalnya tiket pesawat ke Aceh saat rakor penanganan bencana Sumatera (YouTube/DPR RI)
Menkes Budi Gunadi singgung mahalnya tiket pesawat ke Aceh saat rakor penanganan bencana Sumatera (YouTube/DPR RI)

GENMILENIAL.ID — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti mahalnya harga tiket pesawat menuju Aceh yang dinilai menjadi kendala dalam pengiriman relawan medis untuk penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Hal tersebut disampaikan Budi saat mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana bersama pimpinan DPR, Menteri Dalam Negeri, dan sejumlah pihak terkait di Banda Aceh, Aceh, Sabtu 10 Januari 2026.

Menurut Budi, dalam kurun dua minggu, Kementerian Kesehatan harus mengirim sekitar 700 hingga 800 tenaga medis ke wilayah terdampak banjir.

Baca Juga: Lumpur pascabanjir masih jadi PR besar, Mendagri dorong tambahan 15 ribu personel TNI-Polri

Ratusan relawan medis dikirim ke Aceh

Budi menjelaskan, relawan medis yang diterjunkan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintah daerah, rumah sakit, hingga fakultas kedokteran dan organisasi profesi.

“Relawan itu datangnya dari segala macam, contohnya dari pemda, rumah sakit, fakultas kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia,” ujar Budi.

Namun, tingginya harga tiket pesawat Jakarta–Aceh menjadi persoalan serius dalam proses mobilisasi tenaga kesehatan tersebut.

Tiket pesawat mahal, Tim Medis harus muter lewat Malaysia

Untuk menekan biaya transportasi, Kemenkes terpaksa mengirim sebagian relawan dengan rute memutar melalui Malaysia sebelum masuk ke Aceh.

Baca Juga: Persib tekuk Persija dan rebut puncak klasemen, Kang Rey bereaksi singkat: Dingin

“Karena yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia. Tiketnya bisa Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ungkap Budi.

Rute ini, kata Budi, justru menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Relawan Kemenkes yang mengenakan rompi biru sempat dikira sebagai tim medis dari Malaysia.

“Masuk tuh relawan Kemenkes sekitar 400 orang dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini, keluar di Instagram ‘Alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang’. Jadi kita juga jadi enggak enak gitu disangkanya,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X