GENMILENIAL.ID — Perjuangan warga Aceh Tengah untuk keluar dari keterisolasian pascabencana banjir bandang dan tanah longsor masih terus berlangsung.
Meski bencana terjadi pada akhir November 2025 lalu, hingga awal Januari 2026 sejumlah desa di wilayah tersebut belum sepenuhnya bisa diakses melalui jalur darat.
Salah satunya terjadi di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, yang hingga kini masih mengandalkan jembatan darurat berupa tali sling untuk mobilitas sehari-hari.
Jembatan permanen yang sebelumnya menjadi akses utama rusak parah akibat terjangan banjir dan longsor.
Gotong royong pikul sling sejauh 3 kilometer
Demi menyambung kembali akses antardesa, warga Desa Jamat menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa.
Mereka berjalan kaki sejauh tiga kilometer sambil memikul tali sling sepanjang 125 meter yang akan digunakan sebagai jembatan gantung menuju Desa Reje Payung.
Aksi tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @serta_lia_gali pada Rabu 7 Januari 2026.
“Putusnya jalan menuju Desa Jamat membuat warga satu desa bergotong royong memikul sling sepanjang 125 meter menuju Desa Reje Payung,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: 8 Pejabat strategis dilantik, Bupati Subang janjikan birokrasi bersih dan profesional
Dalam video itu tampak warga, termasuk anak-anak, berjalan beriringan sambil memikul tali sling dengan penuh kehati-hatian.
“Dari Jamat mengambil sling untuk penyeberangan ke Reje Payung. Semoga bermanfaat nantinya dan bisa digunakan masyarakat,” ujar salah seorang warga dalam video.
Akses darat putus total, warga andalkan jembatan tali
Artikel Terkait
Kisah relawan Bener Meriah yang tetap salurkan bantuan meski baru kehilangan ibu
Influencer Virdian Aurellio soroti pemulihan pascabanjir di Bener Meriah yang belum tuntas
Akses sekolah terputus pascabanjir, guru di Aceh Tengah pertaruhkan nyawa seberangi sungai dengan sling
Tali jembatan darurat putus di Aceh Tengah, relawan terjatuh saat salurkan bantuan ke desa terisolir
Di tengah status transisi darurat, anak-anak dusun pedalaman Aceh Utara tertawa saat terima bantuan kasur
Mengalah demi sesama, warga Aceh Tamiang relakan antrean Huntara untuk penyintas yang lebih terisolir
'Kami bukan orang malas', curhat Kepala Desa Aceh Tengah ungkap akses terputus jadi derita pascabanjir