Mengalah demi sesama, warga Aceh Tamiang relakan antrean Huntara untuk penyintas yang lebih terisolir

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 7 Januari 2026 | 21:00 WIB
Relawan Fahri Ibrochim membagikan kisah inspiratif salah satu warga Aceh Tamiang (Instagram/fahriibrochim)
Relawan Fahri Ibrochim membagikan kisah inspiratif salah satu warga Aceh Tamiang (Instagram/fahriibrochim)

“‘Kami lebih mendahulukan saudara kami di titik lain yang mereka juga parah,’” tutur Fahri menirukan perkataan warga tersebut.

Saat ditanya lebih lanjut, warga itu menjelaskan bahwa masih ada korban banjir yang hingga kini akses jalannya terputus, sehingga bantuan sulit masuk.

Baca Juga: Akses sekolah terputus pascabanjir, guru di Aceh Tengah pertaruhkan nyawa seberangi sungai dengan sling

“‘Mereka lebih berhak mendapatkannya lebih dulu daripada kami. Sedangkan kami yang hancur hanya rumah dan harta, akses kami masih bisa dikunjungi relawan,’” lanjut Fahri.

Kisah itu membuat Fahri terenyuh. Menurutnya, meski sama-sama menjadi korban banjir dan kehilangan tempat tinggal, warga Aceh Tamiang tetap memikirkan penyintas lain yang kondisinya lebih terisolir.

Pembangunan Huntara terus dikebut

Sementara itu, proses pembangunan huntara di Aceh Tamiang saat ini tengah dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pemerintah menargetkan pembangunan huntara dapat segera digunakan oleh warga terdampak.

Huntara tersebut direncanakan terdiri dari tujuh blok bangunan modular yang masing-masing mampu menampung 12 kepala keluarga (KK). Secara keseluruhan, huntara ini disiapkan untuk sekitar 84 KK atau sekitar 336 jiwa di satu lokasi.

Baca Juga: Influencer Virdian Aurellio soroti pemulihan pascabanjir di Bener Meriah yang belum tuntas

Setiap blok dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi.

Pembangunan huntara ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi warga Aceh Tamiang sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian permanen.

Kisah warga yang rela mengalah demi sesama ini menjadi potret kuat nilai kemanusiaan di tengah bencana, sekaligus pengingat bahwa solidaritas sering kali lahir dari mereka yang sama-sama terdampak.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X