Akses darat terputus pascabanjir, guru di Aceh tengah uji nyali seberangi sungai demi tetap mengajar

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 6 Januari 2026 | 17:44 WIB
Perjuangan guru di Aceh Tengah menyeberangi sungai dengan tali sling saat akan mengajar di sekolah (TikTok/rahmisasmitasari)
Perjuangan guru di Aceh Tengah menyeberangi sungai dengan tali sling saat akan mengajar di sekolah (TikTok/rahmisasmitasari)

GENMILENIAL.ID — Terputusnya akses darat akibat banjir bandang dan longsor masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Aceh Tengah.

Kondisi ini tak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga berdampak langsung pada dunia pendidikan.

Di tengah keterbatasan tersebut, perjuangan seorang guru di Kecamatan Ketol menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Video yang diunggah akun TikTok @rahmisasmitasari pada Senin, 5 Januari 2026, memperlihatkan dua orang guru di Desa Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, harus menyeberangi sungai berarus deras dengan bantuan tali sling demi bisa sampai ke sekolah.

Baca Juga: Lima tahun berdiri, IFG Corporate University raih akreditasi global EFMD CLIP

Momen tersebut terjadi pada hari pertama masuk sekolah pascalibur semester dan libur Natal–Tahun Baru.

Menyeberang sungai dengan tali sling

Dalam rekaman video, kedua guru tampak dibantu warga dan sejumlah personel TNI untuk menyeberangi sungai yang airnya masih keruh kecokelatan akibat banjir.

Satu-satunya akses yang bisa digunakan adalah tali sling yang dibentangkan di atas sungai, menggantikan jembatan yang rusak diterjang banjir bandang.

“Hari pertama sekolah pascabencana banjir bandang dan longsor, 5 Januari 2026. Spot jantung ngeri-ngeri sedap,” tulis pengunggah video dalam keterangannya.

Baca Juga: Galuh Pakuan siapkan multieven budaya dan olahraga 2026, hadiah Rp1 miliar dorong ekonomi kreatif dan prestasi daerah

Situasi menegangkan terlihat jelas ketika arus sungai mengalir deras di bawah kaki mereka. Teriakan histeris pun terdengar saat tali sling sempat melambat di tengah penyeberangan.

“Ini kalau putus kayak mana? Astaghfirullah, jangan di tengah ini diberhentiin,” ucap salah satu guru dengan suara bergetar.

Setelah berhasil sampai ke seberang, rasa lega pun tak terbendung. “Selamat ini, Alhamdulillah,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X