Meski di wilayah kota, warga Aceh Tamiang mengaku krisis air minum pascabanjir

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 5 Januari 2026 | 23:44 WIB
Sejumlah warga di Aceh Tamiang mengeluhkan kekurangan air minum (Instagram/amienashal)
Sejumlah warga di Aceh Tamiang mengeluhkan kekurangan air minum (Instagram/amienashal)

“Air aja kami di sini nggak dikasih galonnya. Sementara kami di sini ada empat Kepala Keluarga,” ucap warga lainnya.

Kondisi ini membuat warga harus bertahan dengan keterbatasan air minum, meski berada di kawasan kota yang dianggap sudah pulih lebih cepat dibanding wilayah pelosok.

Baca Juga: Tali sling jadi akses hidup warga Ketol Aceh Tengah, sejumlah desa masih terisolir 40 hari pascabanjir

Toko belum buka, tak bisa beli air

Tak hanya mengandalkan bantuan, warga juga mengaku kesulitan membeli air minum secara mandiri. Pasalnya, sejumlah toko dan kedai di sekitar lokasi belum kembali beroperasi pascabanjir.

“Kami air yang krisis. Mau beli belum ada yang buka kedai,” ujar seorang warga.

Ia juga membenarkan bahwa sebelumnya banyak warga atau relawan yang melintas dan membagikan air minum secara langsung. Namun, kondisi tersebut kini sudah jarang terjadi.

“Dulu banyak orang-orang motoran dikasih, sekarang udah kurang bantuan airnya. Sekarang nggak ada lagi,” imbuhnya.

Baca Juga: Insiden istri Fiersa Besari ditabrak di Stasiun Gambir, pelaku tawarkan damai Rp200 ribu

Bantuan banyak dialihkan ke pelosok

Menurut pengakuan warga, distribusi bantuan air minum saat ini lebih banyak difokuskan ke wilayah pelosok dan daerah yang masih terisolasi akibat banjir.

Sementara itu, kawasan kota mulai jarang mendapatkan pasokan bantuan.

Warga berharap perhatian terhadap kebutuhan air minum tidak hanya terpusat di daerah terpencil, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah perkotaan yang masih terdampak.

Air minum menjadi kebutuhan paling mendasar bagi warga pascabencana. Tanpa suplai yang memadai, kondisi kesehatan dan pemulihan masyarakat dikhawatirkan akan semakin terhambat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X