Blok Paseh dan tambang ilegal jadi sorotan
Sementara itu, Ketua Forum Arus Bawah, Andi L Hakim, menyoroti perlunya komitmen tegas Pemerintah Daerah dalam pelestarian lingkungan.
Ia menilai langkah pemerintah tidak cukup hanya sebatas penutupan tambang dan galian C ilegal.
Baca Juga: Banjir bandang hantam Agam lagi, Sungai Maninjau penuh batu dan kayu hantam permukiman
“Kita minta pemerintah daerah untuk mengambil sikap soal Blok Paseh, bukan hanya soal penutupan tambang ilegal saja,” tegas Andi.
Isu Blok Paseh sendiri saat ini tengah menjadi perbincangan hangat publik di Kabupaten Subang karena dinilai memiliki potensi dampak lingkungan yang signifikan.
Kekhawatiran dampak lingkungan hingga pusat kota
Inisiator diskusi sekaligus mantan Wakil Ketua Baznas Kabupaten Subang, Asep Iwan, menjelaskan bahwa fokus para aktivis tertuju pada aktivitas yang dinilai merusak tatanan lingkungan, khususnya di kawasan Blok Paseh.
“Kalau kita melihat dari sisi efek penebangan hutan dan kawasan yang gundul, ini jangan sampai berdampak ke pusat kota. Apalagi ada informasi soal sumber mata air di sana, itu sangat meresahkan,” ujarnya.
Baca Juga: Aki alat berat dicuri, warga Lapau Munggu terpaksa perkuat tanggul sungai secara manual
Ia juga mengingatkan potensi dampak dari rencana aktivitas peternakan maupun program berskala nasional agar tidak menimbulkan masalah lingkungan di kemudian hari.
“Kami tidak melarang investasi, tapi jangan sampai investasi merusak ekosistem. Harus ada keseimbangan,” tambahnya.
Aktivis: Penebangan hutan picu bencana
Para aktivis lingkungan Subang juga mengaitkan banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan maraknya penebangan hutan, baik legal maupun ilegal serta menegaskan kondisi serupa tidak boleh terjadi di Kabupaten Subang.
Mereka pun mendesak legislatif dan eksekutif untuk bereaksi cepat, terutama di tengah musim hujan, agar potensi bencana dapat dicegah sejak dini.***
Artikel Terkait
Mantan Ketum PB IDI ingatkan pelayanan kesehatan di posko pengungsi banjir Sumatera: Harus cepat ditolong tanpa rujukan RS
Tak hanya fisik, mental penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang mulai lelah pascabencana
Tembok gudang supermarket di Cirebon diduga jebol diterjang banjir, warga berlarian ambil barang yang hanyut
Sebulan berlalu, warga Aceh Tamiang ceritakan detik-detik 18 orang bertahan di atap rumah saat banjir datang
Banjir Sungai Ciasem kembali terulang, polisi tekankan respons cepat dan kewaspadaan warga bantaran sungai
Banjir bandang hantam Agam lagi, Sungai Maninjau penuh batu dan kayu hantam permukiman
Menunggu bantuan air bersih, warga Tamiang Hulu bertahan gunakan air sisa banjir untuk kebutuhan sehari-hari