“Manusia paling bersyukur ini, semoga Allah mudahkan urusan di sana,” komentar lainnya.
“Di kondisi seperti ini, mereka masih mikir, kalau ambil lebih orang lain kebagian nggak,” tulis akun lain.
Di tengah bencana yang menghancurkan banyak hal, momen ini menjadi pengingat bahwa rasa empati dan kesadaran sosial tetap hidup, bahkan di saat manusia berada pada titik paling sulit.***
Artikel Terkait
Hanya minta selimut dan pampers adik, bocah Aceh Tamiang ini ketuk hati relawan
Cerita ayah di Garoga Tapsel, anaknya yang masih 2 tahun terseret banjir saat sedang menyusu ibunya
Krisis air bersih, warga Desa Sekumur Aceh Tamiang terpaksa gunakan air banjir untuk memasak
Hanya minta sajadah untuk mama, bocah korban banjir Aceh Tamiang ini juga sedih lihat sekolahnya hancur
Kepolosan dua bocah di Tapanuli Tengah ceritakan rumah biru mereka hancur diterjang banjir
Belajar dari Swiss dan Jepang, Ferry Irwandi soroti bahaya gelondongan kayu pascabanjir Sumatera
Air terus naik di tengah malam, warga Bona Lumban Tapteng memohon evakuasi: Kami tidak tahu pergi ke mana