Baginya, kepastian menjadi hal paling penting setelah penantian panjang yang melelahkan.
Keinginan itu akhirnya terwujud ketika tim pencari berhasil menemukan jasad yang diduga kuat merupakan orang tuanya di bawah timbunan tanah dan material longsor.
Saat momen penemuan itu terjadi, kesedihan dan kelegaan bercampur menjadi satu. Ia mengungkapkan rasa syukur meski harus menerima kenyataan pahit.
Ungkapan haru yang menggetarkan
Tangisan haru pecah ketika jasad tersebut berhasil dievakuasi. Dengan suara lirih, wanita itu menyampaikan kalimat yang menyentuh hati banyak orang yang menyaksikan video tersebut.
Baca Juga: Stop pungli, adminduk kini selesai di kecamatan: Kang Rey dorong layanan bersih dan dekat ke warga
“Sekalipun saya cuma bisa melihat bangkainya saja, tapi saya bisa mendapatkan orang tua saya,” ucapnya.
Ungkapan tersebut menuai simpati luas dari warganet, yang membanjiri kolom komentar dengan doa dan dukungan moral.
Banyak yang menyebut keteguhan hati sang anak sebagai potret ketabahan di tengah tragedi bencana.
Duka pascabencana longsor
Peristiwa ini menjadi salah satu gambaran pilu dampak bencana longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Peringati Hari Bela Negara 2025, IFG teguhkan transformasi dan pelayanan publik
Selain merusak permukiman, bencana tersebut juga merenggut korban jiwa dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Hingga kini, proses pemulihan dan penanganan pascabencana di wilayah terdampak masih terus dilakukan oleh berbagai pihak, sembari memastikan keselamatan warga dan mencegah risiko bencana susulan.***
Artikel Terkait
Forum JPP Promedia bahas peran TNI dalam banjir Sumatera, Anggota Task Force ISI tekankan batasan dan koordinasi BNPB
10 Jam jalan kaki demi sembako, warga Bonan Dolok Tapteng bertaruh tenaga di tengah desa terisolasi
Akses jembatan terputus pascabanjir bandang, warga Bireuen bertaruh nyawa seberangi sungai pakai tali dan bambu
Sumbangkan bonus Rp1 miliar SEA Games 2025 untuk korban bencana Sumut, petenis Justin Barki: Ini mimpi saya
Ferry Irwandi ungkap fakta lapangan pascabencana Sumatera, salurkan donasi Rp10 miliar untuk korban
Ingin bakso dan rendang, curhatan dua bocah pengungsi Aceh Tamiang ini bikin warganet terharu
Dua butir telur dibagi untuk 23 orang, kisah warga Aceh Tamiang bertahan hidup tiga hari pascabanjir