GENMILENIAL.ID — Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera pada akhir November lalu.
Hingga kini, proses pemulihan masih terus berjalan dengan dukungan pemerintah dan relawan yang menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Kondisi pascabanjir di Aceh Tamiang sempat menyisakan pemandangan yang memprihatinkan.
Sejumlah kawasan dilaporkan gelap gulita, kendaraan terendam dan terbengkalai, serta lumpur tebal yang menutup rumah warga.
Baca Juga: Ingin bakso dan rendang, curhatan dua bocah pengungsi Aceh Tamiang ini bikin warganet terharu
Situasi tersebut membuat beberapa wilayah terisolir dan bantuan belum bisa langsung menjangkau seluruh masyarakat.
Di tengah keterbatasan itu, muncul kisah warga yang berusaha bertahan hidup dengan cara sederhana namun penuh makna.
Makan seadanya di tengah keterisolasian
Kisah tersebut diunggah akun Instagram @pempek_funny, yang merekam pengakuan seorang warga Aceh Tamiang saat menceritakan kondisi mereka ketika banjir masih tinggi dan bantuan belum datang.
Warga tersebut menuturkan bahwa selama terisolir, mereka saling berbagi apa pun yang tersedia agar tetap bisa bertahan.
Baca Juga: Viral video kepala BGN main golf di tengah bencana Sumatera, Dadan Hindayana beri klarifikasi
“Dua butir telur untuk kami makan 23 orang, potong segini-gini lah bu,” ujar warga tersebut, dikutip Jumat 19 Desember 2025.
Ia menjelaskan, potongan telur yang dibagikan hanya sebesar satu ruas jari untuk setiap orang. Meski sangat terbatas, makanan tersebut tetap dinikmati bersama.
“Untuk rasa aja, kan nikmat itu. Kan ke depan kita ngak tahu ya, kadang lebih pahit lagi, itu kita makan sedikit-sedikit,” lanjutnya.
Artikel Terkait
10 Jam jalan kaki demi sembako, warga Bonan Dolok Tapteng bertaruh tenaga di tengah desa terisolasi
Pasangan di Aceh Tamiang tetap menikah di pengungsian, Arie Untung jadi saksi tak terduga di tengah sisa banjir
Akses jembatan terputus pascabanjir bandang, warga Bireuen bertaruh nyawa seberangi sungai pakai tali dan bambu
Sumbangkan bonus Rp1 miliar SEA Games 2025 untuk korban bencana Sumut, petenis Justin Barki: Ini mimpi saya
Harga cabe anjlok pascabencana, influencer Amien Ashal borong dagangan pedagang di Takengon dengan harga Medan
Ferry Irwandi ungkap fakta lapangan pascabencana Sumatera, salurkan donasi Rp10 miliar untuk korban
Ingin bakso dan rendang, curhatan dua bocah pengungsi Aceh Tamiang ini bikin warganet terharu