GENMILENIAL.ID — Upaya menekan maraknya alih fungsi lahan di Jawa Barat menjadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi Tata Ruang dan Pertanahan yang dihadiri Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, di Aula Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis, 18 Desember 2025.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, serta dihadiri para kepala daerah kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Agenda utama rapat menekankan perlunya percepatan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai langkah strategis menghadapi tingginya tekanan pembangunan dan investasi yang berdampak pada berkurangnya lahan pertanian, kawasan hutan, hingga daerah resapan air.
Perubahan RTRW jadi kunci pengendalian lahan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa hasil rapat koordinasi menyepakati pentingnya percepatan perubahan tata ruang di seluruh wilayah Jawa Barat.
Langkah tersebut dinilai mendesak untuk mengendalikan alih fungsi lahan yang masih terus terjadi dalam lima tahun terakhir.
Menurut Kang Dedi, penyusunan tata ruang harus dilakukan dengan skala dan peta yang sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota agar tidak terjadi perbedaan kebijakan di kemudian hari.
“Skala tata ruang harus sama antara provinsi dengan kabupaten/kota, supaya tidak menimbulkan konflik kebijakan dan pemanfaatan lahan,” tegasnya.
Lindungi sawah, hutan, hingga daerah aliran sungai
Dalam arahannya, Kang Dedi juga menekankan fokus Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melindungi kawasan strategis, mulai dari hutan, persawahan, rawa, daerah sumber air, hingga daerah aliran sungai (DAS).
Perlindungan kawasan tersebut dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan lingkungan, ketahanan pangan, serta mencegah bencana ekologis seperti banjir dan longsor yang kerap terjadi akibat kerusakan tata ruang.
Kebijakan ini menjadi perhatian serius bagi daerah seperti Kabupaten Subang, yang memiliki kawasan pertanian produktif, daerah aliran sungai, serta wilayah strategis pengembangan industri.
Artikel Terkait
Bencana alam di Bogor, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi justru soroti masalah alih fungsi lahan
Hari Tani Nasional di Subang: Petani tagih kepastian lahan, Pemda janji tak tinggalkan mereka di tengah industrialisasi
Pemerintah siapkan 240 ribu hektare lahan untuk bahan baku etanol, targetkan perluasan hingga 1 juta hektare
Menpora ungkap pemerintah siapkan lahan 300 hektare untuk bangun pusat pelatihan dan Akademi Olahraga Nasional
Bupati Subang penuhi undangan klarifikasi, tegaskan isu setoran Rp50–100 juta adalah fitnah
Bupati Subang sindir pihak yang ‘meramaikan fitnah’, minta dukungan warga agar program pembangunan tidak terganggu
Soal izin tambang dan buka lahan, WALHI sentil negara terkait pengawasan yang longgar: Seperti memfasilitasi kejahatan lingkungan