Korban hilang dan pengungsi masih sangat tinggi
Meski jumlah korban meninggal bertambah, BNPB mencatat adanya penurunan jumlah warga yang dilaporkan hilang.
Saat ini tercatat 222 orang masih belum ditemukan, atau turun dibandingkan hari sebelumnya.
Jumlah pengungsi juga menurun menjadi 884.889 jiwa dari total sebelumnya 894.501 jiwa. Penurunan terbesar terjadi di Aceh Utara, seiring surutnya banjir di beberapa wilayah.
Fokus penanganan: SAR, bantuan logistik, dan pemulihan infrastruktur
BNPB menekankan bahwa operasi pencarian dan pertolongan masih menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Perumda TRS dan AQUA tanam 1.800 pohon di mata air Cipondok, upaya jaga hulu sungai Cipunagara
Pemerintah daerah seperti Sumatera Utara bahkan telah memperpanjang status tanggap darurat demi memaksimalkan proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Dampak kerusakan infrastruktur juga tidak kalah mengkhawatirkan. Tercatat lebih dari 157.000 rumah rusak, disertai ribuan fasilitas umum seperti sekolah, jembatan, hingga tempat ibadah yang tak luput dari terjangan banjir dan longsor.
Bencana hidrometeorologi basah ini menjadi salah satu yang terbesar di penghujung tahun 2025.***
Artikel Terkait
BNPB pimpin penanganan bencana di Aceh, Sumut, Sumbar, empati nasional mengalir deras
BNPB: 867 korban meninggal dan 521 hilang akibat banjir–longsor di Sumatera
Gubernur Mualem soroti respons BNPB soal bencana Aceh: Evakuasi lambat hingga boat tak berfungsi
916 Orang meninggal dalam bencana banjir-longsor Sumatera, BNPB sebut 274 orang masih dalam pencarian
Mobil MBG seruduk siswa SDN 01 Kalibaru Cilincing, 18 korban dilarikan ke RS saat kegiatan literasi pagi
Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan
Lumpur pascabanjir hampir seatap, warga di Sumatera harus merangkak saat masuk rumah