GENMILENIAL.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru penanganan banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Upaya pencarian, evakuasi, serta distribusi bantuan masih dilakukan secara intensif di tiga provinsi tersebut.
Penemuan 31 jenazah baru di tiga provinsi
Pada Jumat, 5 Desember 2025, BNPB melaporkan penemuan 31 jenazah baru oleh tim gabungan.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan update tersebut dalam konferensi pers di Aceh.
Baca Juga: Guru Subang galang donasi Rp653 juta, Kang Rey tegaskan komitmen lindungi guru
“Sumatera Utara ditambah 1 jenazah dari Tapanuli Tengah, jadi total untuk Sumatera Utara 312 korban meninggal dunia dan masih 133 dalam pencarian,” ujar Abdul.
Ia menyebut penemuan signifikan terjadi di Aceh dengan temuan 20 jenazah dalam sehari, tersebar di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Pidie Jaya.
“Total korban meninggal di Aceh menjadi 345 orang, dengan 174 orang masih dalam daftar pencarian,” lanjutnya.
Sementara itu, di Sumatera Barat, korban meninggal bertambah 13 orang setelah ditemukan di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang.
Baca Juga: WALHI ungkap deforestasi masif di Sumatera, 1,4 juta hektare hutan hilang 2016-2024
Dengan penambahan tersebut, total korban meninggal di tiga provinsi mencapai 867 orang, sementara 521 lainnya masih hilang.
Pengungsi tembus 849 ribu jiwa
BNPB juga melaporkan total warga mengungsi mencapai 849.133 jiwa. Rinciannya:
Artikel Terkait
Material kayu gelondongan terbawa banjir di Sumatera, DPR sebut ada masalah serius di hulu dan desak evaluasi kehutanan
Cak Imin desak evaluasi total kebijakan lingkungan: Kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri
Pilu Gubernur Mualem lihat bencana Aceh dari udara: Mata menangkap luka di Tanah Rencong
BNPB pimpin penanganan bencana di Aceh, Sumut, Sumbar, empati nasional mengalir deras
Pemerintah temukan indikasi pelanggaran, 12 perusahaan dianggap berkontribusi pada banjir Sumatera
Asal kayu gelondongan di banjir Sumatera mulai dibidik Polri hingga Kejagung, Kemenhut sebut bentuk tim gabungan untuk investigasi
WALHI ungkap deforestasi masif di Sumatera, 1,4 juta hektare hutan hilang 2016-2024