Duka atas besarnya jumlah korban nasional
Dalam kesempatan yang sama, Utut menyampaikan duka mendalam atas korban bencana yang saat ini jumlahnya mendekati seribu jiwa secara nasional.
Kondisi itu dirasakannya semakin berat karena wilayah pemilihannya di Banjarnegara, Jawa Tengah, turut terdampak.
“Di Banjarnegara dapil saya, yang wafat 17 orang dan yang belum ketemu 11,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa besarnya jumlah korban harus menjadi alarm bahwa tata kelola kebencanaan tidak bisa dijalankan dengan pola lama.
Pemerintah diminta ambil langkah luar biasa
Utut menilai pemerintah perlu mengambil langkah-langkah luar biasa untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Operasional RS belum optimal, Menkes minta Prabowo prioritaskan dapur umum untuk tenaga kesehatan
Ia mengingatkan bahwa kerusakan bisa terjadi hanya dalam hitungan detik, namun pemulihannya dapat berlangsung sangat lama tanpa kebijakan yang tepat dan dukungan anggaran yang memadai.
“Kami mengapil harus ada langkah, karena kerusakan dalam tempo sekejap itu potensi lama ngobati,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Cerita pilu Ferry Irwandi tembus daerah terisolir untuk salurkan bantuan bencana Sumatera
Bahlil pastikan listrik Aceh 93 persen pulih malam ini saat dampingi kunjungan Presiden Prabowo
Menteri LH Hanif Faisol tindak tegas dugaan kayu gelondongan perparah banjir Sumatera
Menhan Sjafrie siapkan helikopter khusus untuk antisipasi penyakit pascabanjir di Sumatera
Harga kebutuhan pokok melonjak saat banjir, Mualem minta Mendagri tindak pedagang nakal
Gubernur Aceh buka pintu bantuan internasional, soroti Tim China hingga imbau warga tak ambil kesempatan
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Bencana Sumatera cermin kerusakan lingkungan