WALHI ungkap deforestasi masif di Sumatera, 1,4 juta hektare hutan hilang 2016-2024

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 00:04 WIB
Kayu gelondongan yang menghantam rumah-rumah di Tapanuli Selatan saat banjir bandang (Instagram/sumutnusantara)
Kayu gelondongan yang menghantam rumah-rumah di Tapanuli Selatan saat banjir bandang (Instagram/sumutnusantara)

GENMILENIAL.ID – Perhatian publik terhadap banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mengarah ke kondisi hutan di tiga provinsi tersebut.

Arus banjir di Tapanuli Selatan yang membawa kayu gelondongan memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan hutan di hulu.

Menurut data yang dihimpun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), deforestasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terjadi pada periode 2016 hingga 2024 dengan total lahan hutan hilang mencapai 1,4 juta hektare.

Baca Juga: Asal kayu gelondongan di banjir Sumatera mulai dibidik Polri hingga Kejagung, Kemenhut sebut bentuk tim gabungan untuk investigasi

Deforestasi adalah hilangnya tutupan hutan secara permanen akibat aktivitas manusia, seperti penebangan, konversi menjadi lahan pertanian atau perkebunan, pembangunan, dan kegiatan lainnya.

Negara dinilai mudah beri perizinan

Manajer Kampanye Hutan dan Kebun WALHI, Uli Arta Siagian, menyatakan kemudahan perizinan dari negara turut berkontribusi terhadap hilangnya hutan.

“Kami percaya kehilangan tutupan hutan yang besar ini juga difaktori karena kemudahan-kemudahan perizinan yang diberikan oleh pengurus negara,” ujarnya dalam tayangan Podcast Forum Keadilan TV, Jumat 5 Desember 2025. 

Baca Juga: Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR dan Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono tinjau lokasi bencana di Desa Mayang

Uli mengungkapkan WALHI menemukan 639 perizinan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Izin itu adalah untuk tambang, hak guna usaha perkebunan, dan perkebunan sawit skala besar. Kemudian ada izin berusaha pemanfaatan hutan atau PBPH untuk logging, penanaman industri atau monokultur kayu,” jelasnya.

Proyek energi jadi sorotan

Selain pertambangan dan perkebunan, WALHI mencatat proyek energi juga berperan dalam deforestasi.

Baca Juga: Kuota haji Subang 2026 turun, Pemkab amankan tambahan 109 jemaah lewat upaya Bupati

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X