GENMILENIAL.ID — Penangkapan EK (54), pelaku pembuat rekening menggunakan identitas orang lain di Solo, membuka sorotan besar terhadap lemahnya sistem verifikasi calon nasabah di Bank Jateng.
Pelaku berhasil membuka rekening baru memakai data pihak lain tanpa terdeteksi petugas bank. Rekening tersebut kemudian dipakai untuk membelokkan aliran dana milik korban.
KYC dinilai tak berjalan optimal
Praktisi keamanan perbankan, Ade Surya, menilai kasus ini menunjukkan proses Know Your Customer (KYC), verifikasi biometrik, dan pengecekan data kependudukan di Bank Jateng tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Kasus seperti ini seharusnya otomatis tertolak di front-end. Verifikasi wajah, tanda tangan, dan validasi Dukcapil mestinya langsung memblokir pembukaan rekening jika ada ketidaksesuaian,” ujarnya dikutip dari Kilat.com, Selasa 2 Desember 2025.
Ade meminta bank memberi penjelasan terbuka apakah insiden ini terjadi akibat kesalahan prosedur atau terdapat celah yang dimanfaatkan pelaku.
“Klarifikasi penting karena lembaga perbankan wajib menjaga transparansi dan akuntabilitas kepada publik,” katanya.
Publik desak audit sistem keamanan Bank Jateng
Insiden ini mendorong publik menuntut audit internal menyeluruh terhadap sistem KYC Bank Jateng, termasuk peningkatan kapasitas petugas layanan dan memastikan seluruh cabang menerapkan SOP verifikasi secara ketat.
Polresta Solo kini menyelidiki apakah ada unsur kelalaian petugas bank saat proses pembukaan rekening berlangsung.
Respons Bank Jateng masih ditunggu
Redaksi telah berupaya meminta penjelasan kepada Sekretaris Perusahaan Bank Jateng, Djaka Nur Sahid, terkait proses verifikasi calon nasabah dan audit internal setelah kejadian.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi bongkar selisih data dugaan dana Rp4,1 triliun APBD Jabar di bank, soroti beda sistem laporan BI dan Kemendagri
Usai Dedi Mulyadi klaim Pemda Jabar simpan dana giro di bank, Menkeu Purbaya: Malah lebih rugi lagi
Rocky Gerung sentil Menkeu Purbaya soal dana pemda di bank: Sanksi kepala daerahnya, jangan potong anggarannya
Kredit UMKM mandek di Oktober 2025, Bank Indonesia beberkan 3 faktor utama
Wafat mendadak usai main golf, Dirut Bank BJB Yusuf Saadudin tinggalkan misteri yang belum terjawab
Hampir sepekan tanpa penjelasan, Bank BJB belum ungkap penyebab wafatnya Dirut Yusuf Saadudin
Kematian Dirut Bank BJB dinilai sarat kejanggalan, praktisi hukum minta fakta di lapangan golf diungkap