GENMILENIAL.ID - Upaya pemerintah memperkuat kemandirian pangan di tingkat daerah kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pemantapan Kebijakan Penyelenggaraan Ketahanan Pangan di Daerah yang digelar di Hotel Mercure Jakarta Selatan, Senin 24 November 2025.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi bersama para pemangku kepentingan nasional maupun daerah.
Fokus nasional: Kemandirian pangan dimulai dari sekolah
Dalam arahannya, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, menyoroti perhatian besar Presiden RI terhadap program ketahanan pangan, terutama melalui penguatan produksi pangan masyarakat di akar rumput.
Akmal menegaskan bahwa kemandirian pangan harus ditanamkan sejak dini, salah satunya melalui lingkungan pendidikan.
Ia menggambarkan skema sederhana namun berdampak besar, setiap siswa menanam satu pohon pangan.
“Jika di satu sekolah ada 1.000 siswa dan semuanya menanam satu pohon pangan, maka kemandirian pangan di sekolah dapat diwujudkan,” ujarnya.
Gagasan tersebut sejalan dengan prioritas nasional pemenuhan gizi anak bangsa lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda utama dalam Asta Cita Presiden.
Baca Juga: Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil pastikan keamanan pasokan LPG 3 kg jelang Nataru
Optimalisasi lahan dan teknologi penyimpanan jadi kunci
Akmal juga mengajak pemerintah daerah memanfaatkan seluruh potensi lahan, termasuk lahan sempit atau nonproduktif, melalui metode sederhana seperti polybag dan planter bag.
Di beberapa daerah, bahkan lahan bekas tambang mampu disulap menjadi kawasan ketahanan pangan.
Selain penguatan produksi, rantai pasok juga menjadi perhatian.
Artikel Terkait
Menanti janji swasembada pangan di balik target pemerintah hentikan impor beras dalam 3 bulan ke depan
10 Bulan berjalan, MBG sumbang 48 persen kasus keracunan pangan, Kepala BGN janji sinkronisasi data
Dekranasda Subang dorong serat daun nanas jadi identitas baru UMKM lokal
92 Km jalan dibangun, hibah dipangkas: Kang Rey ungkap alasan ada pihak yang sebut 'Subang gelap'
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Pabrik wajib utamakan tenaga kerja lokal, bukan dari luar daerah
Subang daftarkan 26 ribu pekerja nonformal ke BPJS: Buruh tani hingga ojek kini punya jaminan sosial
Akses pertanian pulih, warga Manyingsal nilai perbaikan jalan 2,8 km Bupati Subang bantu nafkah warga