Kemendagri dorong kemandirian pangan sekolah, Bupati Subang hadiri rakor bahas strategi nasional

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 25 November 2025 | 23:12 WIB
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi turut hadir pada Rakor dan Sosialisasi Pemantapan Kebijakan Penyelenggaraan Ketahanan Pangan di Daerah yang digelar di Jakarta Selatan, Senin 24 November 2025 (Dok. Istimewa)
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi turut hadir pada Rakor dan Sosialisasi Pemantapan Kebijakan Penyelenggaraan Ketahanan Pangan di Daerah yang digelar di Jakarta Selatan, Senin 24 November 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID - Upaya pemerintah memperkuat kemandirian pangan di tingkat daerah kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pemantapan Kebijakan Penyelenggaraan Ketahanan Pangan di Daerah yang digelar di Hotel Mercure Jakarta Selatan, Senin 24 November 2025. 

Kegiatan ini dihadiri Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi bersama para pemangku kepentingan nasional maupun daerah.

Fokus nasional: Kemandirian pangan dimulai dari sekolah

Dalam arahannya, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, menyoroti perhatian besar Presiden RI terhadap program ketahanan pangan, terutama melalui penguatan produksi pangan masyarakat di akar rumput.

Baca Juga: Penerimaan pajak neto turun 3,9 persen, DPR sentil Menkeu Purbaya: Ruang fiskal 2026 terancam makin sempit

Akmal menegaskan bahwa kemandirian pangan harus ditanamkan sejak dini, salah satunya melalui lingkungan pendidikan.

Ia menggambarkan skema sederhana namun berdampak besar, setiap siswa menanam satu pohon pangan.

“Jika di satu sekolah ada 1.000 siswa dan semuanya menanam satu pohon pangan, maka kemandirian pangan di sekolah dapat diwujudkan,” ujarnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan prioritas nasional pemenuhan gizi anak bangsa lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda utama dalam Asta Cita Presiden.

Baca Juga: Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil pastikan keamanan pasokan LPG 3 kg jelang Nataru

Optimalisasi lahan dan teknologi penyimpanan jadi kunci

Akmal juga mengajak pemerintah daerah memanfaatkan seluruh potensi lahan, termasuk lahan sempit atau nonproduktif, melalui metode sederhana seperti polybag dan planter bag.

Di beberapa daerah, bahkan lahan bekas tambang mampu disulap menjadi kawasan ketahanan pangan.

Selain penguatan produksi, rantai pasok juga menjadi perhatian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X