Alvaro sebelumnya dilaporkan hilang sejak 6 Maret 2025. Delapan bulan kemudian, tulang belulang yang diduga milik korban ditemukan di aliran sungai di Bogor.
Identifikasi DNA masih berjalan
Polisi masih menunggu hasil pencocokan DNA untuk memastikan identitas tulang belulang tersebut. Proses ini dilakukan oleh laboratorium forensik Polda Metro Jaya.
Selain itu, penyidik juga terus mendalami dugaan keterlibatan orang lain.
“Apakah ada pihak yang turut serta dalam melakukan aksi penculikan hingga menghilangkan nyawa AKN, ini terus kami dalami,” ujar Budi.
Baca Juga: Mahfud MD ingatkan demokrasi Indonesia mulai menyimpang: Prosedur jalan, substansi hilang
Polisi buka peluang tersangka baru
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti pada satu pelaku saja. Penyelidikan diarahkan untuk menelusuri kemungkinan adanya:
- Pihak yang membantu pelaku membuang jasad korban
- Pihak yang terlibat dalam menutupi peristiwa
- Atau orang lain yang mengetahui tindakan pelaku sebelum maupun sesudah kejadian
Kasus ini menyita perhatian publik karena melibatkan anggota keluarga terdekat dan dugaan perencanaan yang telah tersusun melalui rekam digital.***
Artikel Terkait
Pasha Ungu tuding Dimas Anggara tampar Kiesha Alvaro, netizen curiga hanya gimmick
Okie Agustina soroti Dimas Anggara tak profesional usai dugaan pemukulan Kiesha Alvaro di lokasi syuting
Dimas Anggara minta maaf usai skandal tampar Kiesha Alvaro, Pasha Ungu beri respons menyejukkan
Usai Dimas Anggara minta maaf ke Kiesha Alvaro, Pasha Ungu: Insya Allah semua ada hikmahnya
Pencarian Alvaro Kiano mandek: CCTV terhapus, polisi telusuri jejak hingga Batam dan Cilegon
Akhir pencarian Alvaro: Bocah 6 tahun yang hilang 8 bulan ditemukan tak bernyawa, ayah tiri ditangkap polisi
Nenek Alvaro ungkap alibi janggal keluarga pelaku: Sebut ada ‘orang suruhan’ dan pembungkaman fakta