“Tahun depan BGN akan menggelontorkan Rp1,2 triliun per hari. Mohon maaf Pak Menteri PPN, anggaran kita satu hari sama dengan setahun Bappenas,” ucapnya disambut tawa audiens.
Baca Juga: Kredit UMKM mandek di Oktober 2025, Bank Indonesia beberkan 3 faktor utama
Dorong ketahanan pangan lokal dan ekonomi daerah
Selain pemenuhan gizi anak, Dadan mengklaim MBG mendorong tumbuhnya ekonomi lokal.
Satu SPPG di Jawa mengelola sekitar Rp900 juta per bulan, sementara di Papua bisa mencapai Rp4 miliar per bulan.
Dana itu dipakai untuk membeli bahan baku, 85 persen untuk bahan makanan, dan 99 persen di antaranya berasal dari sektor pertanian lokal, membuat MBG identik dengan kemandirian dan ketahanan pangan.
“10,5 persen lainnya digunakan untuk membayar tenaga kerja lokal yang terlibat. Jadi ibu-ibu, bapak-bapak, mamang-mamang di SPPG ikut mendapat penghasilan,” jelas Dadan.***
Artikel Terkait
Prabowo puji kepala BGN kembalikan Rp70 triliun anggaran MBG: Ini sejarah, pejabat kembalikan uang ke negara
Janji insentif Rp5 juta untuk SPPG bikin konten positif MBG ternyata hanya candaan, BGN luruskan pernyataan Nanik S. Deyang
Istana tegaskan Tim Koordinasi MBG bentukan Prabowo untuk dukung BGN, bukan gantikan peran
Wakil Bupati Pidie Jaya minta maaf usai pukul Kepala SPPG Sagoe, BGN kecam keras aksi kekerasan
Raker dengan DPR, BGN minta tambahan anggaran Rp28,63 triliun untuk program MBG hingga akhir 2025
Serapan anggaran program Makan Bergizi Gratis capai 61 persen, BGN prediksi butuh tambahan Rp29,5 triliun
10 Bulan berjalan, MBG sumbang 48 persen kasus keracunan pangan, Kepala BGN janji sinkronisasi data