Baca Juga: Ribuan warga padati ruwat bumi Wanajaya, Kang Akur singgung soal jalan dan arah pembangunan 2027
Mahfud MD & Sudirman Said: Ini momentum membuka mafia migas
Mahfud MD menegaskan bahwa koordinasi antarlembaga penegak hukum sangat penting agar kasus besar seperti ini tidak kembali terhambat.
“Jangan bersaing. Cara memberantas korupsi itu justru dengan koordinasi antara KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian,” ucapnya.
Ia juga menegaskan pesan keras.
“Anda mungkin merasa aman karena punya backing. Tetapi demokrasi itu ada sirkulasi kekuasaan. Anda tidak akan pernah aman,” sambungnya.
Sudirman Said menambahkan bahwa pembuktian kasus ini hanya soal waktu.
Baca Juga: Komisi Reformasi Polri mulai ‘belanja masalah’, ungkap ancaman intervensi politik dan bisnis
“Anda bisa lari, tapi suatu saat juga pasti akan ketahuan," ucapnya.
Jejak lama: ‘Invisible hand’ dalam penguasaan migas
Dalam siniar lain di kanal yang sama (15 Juli 2025), Sudirman Said mengurai kembali bagaimana nama Riza Chalid sudah muncul sejak 2008 ketika ia menjadi staf ahli Pertamina.
Menurut Sudirman, saat itu satu grup bisnis yang diduga terkait Riza pernah menguasai hingga 70 persen kontrak minyak nasional.
“Itu tidak mungkin terjadi tanpa intervensi. Audit investigatif Petral kemudian membuktikannya,” ujarnya.
Baca Juga: Mahfud MD tegaskan putusan MK larang polisi jabat sipil berlaku otomatis
Ia menegaskan bahwa pembubaran Petral pada 2015 tidak otomatis memutus dominasi kelompok tersebut.
Artikel Terkait
Telisik skandal korupsi minyak senilai Rp193 triliun: Sebelumnya Ditjen Migas ESDM digeledah, kini Dirut Pertamina jadi tersangka
Dirjen Migas ungkap alasan stok BBM SPBU swasta belum terpenuhi meski ada kolaborasi
Mahfud MD soroti dominasi pihak China di proyek Whoosh: Saham Indonesia 60 persen, tapi jabatan strategis dikuasai ekspatriat
Mahfud MD siap dipanggil KPK soal dugaan mark up Whoosh: Kalau nggak punya uang ya dinegosiasikan
Mahfud MD soroti proyek Whoosh Rp116 triliun: KPK bisa panggil Jokowi untuk dimintai keterangan
Mahfud MD curigai ada dugaan korupsi di proyek Kereta Cepat Whoosh, soroti inkonsistensi pendanaan dan peralihan mitra
ICW: KPK bangkit lagi, penindakan korupsi era Prabowo kini lebih gencar