Masalah lain yang mencuat adalah rendahnya kepercayaan publik terhadap Polri.
Baca Juga: Kang Rey genjot pelayanan publik: Saba Desa jadi kanal aduan cepat warga Serangpanjang
Hal ini disampaikan anggota Komisi Reformasi Polri, Otto Hasibuan, yang menilai adanya kesenjangan besar antara kinerja Polri dan persepsi masyarakat.
“Saya melihat hampir tidak ada lagi yang tidak dijalankan oleh polisi. Tetapi pertanyaannya, kenapa masyarakat masih belum percaya sepenuhnya?” kata Otto.
“Inilah titik simpul yang mau kita cari,” sambungnya.
Agenda kerja komisi tiga bulan ke depan
Jimly menjelaskan bahwa komite telah menyusun tahapan kerja selama tiga bulan ke depan. Bulan pertama akan difokuskan pada pemetaan masalah.
Baca Juga: Kuota haji Subang anjlok dari 1.126 jadi 244, ribuan calon jemaah terancam gagal berangkat
“Bulan pertama kita belanja masalah dulu. Bulan kedua kami merumuskan pilihan kebijakan,” jelasnya.
“Bulan ketiga baru kita merumuskan policy report untuk kemudian dilaporkan kepada Bapak Presiden,” pungkas Jimly.***
Artikel Terkait
Mahfud MD siap gabung Komite Reformasi Polri, Istana: Alhamdulillah
Komite reformasi Polri resmi dibentuk, publik wanti-wanti jangan sekadar formalitas
Menilik peran Mahfud MD di Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo
Yusril Ihza Mahendra: Nasib Komisi Reformasi Polri tergantung keputusan Presiden
Komisi Reformasi Polri bakal tambah anggota, Jimly ungkap sosok perempuan pilihan Presiden Prabowo
Kapolri masuk Komisi Reformasi Polri bentukan Prabowo, Jimly: Jadi jembatan koordinasi cepat antara pemerintah dan Polri
Dedy Tabrani tegaskan reformasi Polri bukan soal institusi, tapi perbaikan aktivitas dan budaya pelayanan