Komisi Reformasi Polri mulai ‘belanja masalah’, ungkap ancaman intervensi politik dan bisnis

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 15 November 2025 | 16:35 WIB
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie singgung beberapa masalah di tubuh kepolisian (Dok. Polri)
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie singgung beberapa masalah di tubuh kepolisian (Dok. Polri)

Masalah lain yang mencuat adalah rendahnya kepercayaan publik terhadap Polri.

Baca Juga: Kang Rey genjot pelayanan publik: Saba Desa jadi kanal aduan cepat warga Serangpanjang

Hal ini disampaikan anggota Komisi Reformasi Polri, Otto Hasibuan, yang menilai adanya kesenjangan besar antara kinerja Polri dan persepsi masyarakat.

“Saya melihat hampir tidak ada lagi yang tidak dijalankan oleh polisi. Tetapi pertanyaannya, kenapa masyarakat masih belum percaya sepenuhnya?” kata Otto.

“Inilah titik simpul yang mau kita cari,” sambungnya.

Agenda kerja komisi tiga bulan ke depan

Jimly menjelaskan bahwa komite telah menyusun tahapan kerja selama tiga bulan ke depan. Bulan pertama akan difokuskan pada pemetaan masalah.

Baca Juga: Kuota haji Subang anjlok dari 1.126 jadi 244, ribuan calon jemaah terancam gagal berangkat

“Bulan pertama kita belanja masalah dulu. Bulan kedua kami merumuskan pilihan kebijakan,” jelasnya.

“Bulan ketiga baru kita merumuskan policy report untuk kemudian dilaporkan kepada Bapak Presiden,” pungkas Jimly.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X