Dedy Tabrani tegaskan reformasi Polri bukan soal institusi, tapi perbaikan aktivitas dan budaya pelayanan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 15 November 2025 | 06:10 WIB
Ketua DIKPI, Kombes Pol Dr. Dedy Tabrani tanggapi soal pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri (Dok. Promedia)
Ketua DIKPI, Kombes Pol Dr. Dedy Tabrani tanggapi soal pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri (Dok. Promedia)

GENMILENIAL.ID – Pembentukan Komisi Reformasi Polri yang kini hadir dalam dua versi, tim internal Polri dan tim bentukan Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan dari kalangan akademisi.

Ketua Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia (DIKPI), Kombes Pol (Purn) Dr. Dedy Tabrani menilai bahwa reformasi yang dibutuhkan Polri bukan berfokus pada struktur lembaga, melainkan pada policing atau aktivitas pelayanan sehari-hari.

Dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP) pada Selasa 11 November 2025 malam, Dedy menegaskan bahwa problem utama kepolisian saat ini bukan terletak pada organisasi Polri, melainkan pada budaya dan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

Baca Juga: Kang Rey genjot pelayanan publik: Saba Desa jadi kanal aduan cepat warga Serangpanjang

“Yang jadi persoalan itu bukan institusinya, tapi aktivitas kepolisiannya. Jadi ini bukan police reform, tapi policing reform, reformasi aktivitas kepolisian,” ujar Dedy.

Ia mencontohkan bagaimana banyak keluhan publik muncul dari lambatnya respons layanan, prosedur yang berbelit, hingga penyelesaian aduan yang molor tanpa kepastian.

“Yang salah itu aktivitasnya. Orang butuh dilayani cepat, malah tahun depan baru dilayani. Itu bukan masalah organisasi, tapi soal bagaimana polisi memberi pelayanan,” tambahnya.

Baca Juga: Kuota haji Subang anjlok dari 1.126 jadi 244, ribuan calon jemaah terancam gagal berangkat

Polri secara kelembagaan dinilai sudah baik

Dedy menegaskan bahwa struktur organisasi Polri sebenarnya sudah kokoh setelah dipisahkan dari TNI pada 1998 dan direformasi pascareformasi.

“Organisasinya sudah bagus. Secara kelembagaan Polri sudah berdiri dengan struktur yang lengkap,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa dinamika politik bisa saja memengaruhi arah langkah reformasi yang sedang digagas.

Baca Juga: Akademisi bongkar studi kelayakan China hanya 3 bulan, ICW sebut akar pembengkakan utang Whoosh

Dua tim reformasi Polri: Internal dan Presiden

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X