“Kami akan mengundang partisipasi masyarakat (dalam) dua sampai tiga minggu ke depan,” tambahnya.
Reformasi kolaboratif, bukan konfrontatif
Mahfud menekankan bahwa tim reformasi Polri tidak dibentuk untuk menjadi musuh lembaga tersebut.
Sebaliknya, ia ingin perubahan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif agar hasilnya efektif dan berkelanjutan.
“Tim ini tidak datang sebagai musuh. Kalau datang sebagai musuh pasti tidak akan efektif, maka kita bicara ketemulah dari hati-hati,” jelas Mahfud.
Baca Juga: Mahfud MD: Polisi tak berwenang putuskan keaslian ijazah Jokowi, harus lewat pengadilan
Lebih lanjut, Mahfud mengajak masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam reformasi Polri, bukan hanya menyampaikan kritik tanpa solusi.
“Masyarakat disilakan bicara dan memberi solusi, jangan hanya ngeritik, lho,” tegasnya.
“Kalau ngeritik bahwa di polisi banyak pemerasan, gitu, semua orang sudah tahu, tapi kenapa ini terjadi,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Lebih cepat dari pemerintah, Kapolri Listyo Sigit bentuk tim reformasi Polri internal
Mahfud MD tolak Menko Polkam, pilih fokus bantu Prabowo di reformasi Polri
Mahfud MD siap gabung Komite Reformasi Polri, Istana: Alhamdulillah
Komite reformasi Polri resmi dibentuk, publik wanti-wanti jangan sekadar formalitas
Menilik peran Mahfud MD di Komite Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo
Yusril Ihza Mahendra: Nasib Komisi Reformasi Polri tergantung keputusan Presiden
Mahfud MD: Polisi tak berwenang putuskan keaslian ijazah Jokowi, harus lewat pengadilan