Lebih lanjut, Nahdiana menegaskan bahwa kesehatan mental peserta didik kini menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan Jakarta.
Sekolah diminta menciptakan ruang aman bagi siswa untuk melaporkan segala bentuk gangguan yang dapat menghambat kenyamanan belajar.
“Ini adalah upaya kami menjadikan kesehatan mental peserta didik sebagai prioritas dan fokus utama untuk meningkatkan kualitas hidup peserta didik,” tegasnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI untuk mencegah terjadinya kekerasan, perundungan, atau tindakan ekstrem di lingkungan sekolah.
Polisi masih dalami motif terduga pelaku ledakan
Sementara itu, Kepolisian masih terus mendalami motif dan penyebab ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa terduga pelaku merupakan siswa sekolah tersebut.
“Tentunya itu juga menjadi bagian yang kita dalami. Apakah dia ikut paham tertentu, terpapar konten di media sosial, atau faktor lain yang memengaruhinya,” kata Listyo kepada wartawan di Jakarta, Sabtu 8 November 2025.
Meski baru satu orang ditetapkan sebagai terduga pelaku, penyidik masih membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Saat ini baru satu yang kita dapati, namun kita tidak berhenti sampai di situ. Kita terus melakukan penyisiran untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Soal ledakan di SMAN 72 Jakarta, Wamenko Polkam Lodewijk: Jangan langsung kaitkan dengan terorisme
Soal ledakan di SMAN 72 Jakarta saat salat Jumat, Pramono Anung: Pemprov DKI sangat berduka
Soal ledakan SMAN 72 Jakarta, Kapolri tak menampik terduga pelaku merupakan pelajar
Pelaku ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta diduga remaja 17 tahun, pengaruh medsos jadi sorotan
Cerita saksi soal ledakan di SMAN 72 Jakarta, pelaku diduga ingin balas dendam setelah jadi korban bullying
Kapolri pastikan terduga pelaku ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta adalah siswa, polisi dalami motif dan paparan ideologi
Jenguk korban ledakan SMAN 72, Mensos Gus Ipul: Pemerintah siapkan rehabilitasi dan trauma healing