Pendampingan trauma healing jangka panjang
Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan bahwa pendampingan psikologis bagi para korban akan dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai hasil asesmen tim profesional.
Program ini akan mencakup trauma healing, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan agar para korban dapat beradaptasi kembali dengan lingkungan.
“Durasi pendampingan tergantung asesmennya, bisa sebulan, bisa dua bulan. Nanti akan kita dampingi secara bertahap,” tegasnya.
“Baik itu dalam bentuk trauma healing maupun rehabilitasi sosial dan pemberdayaan,” tambahnya.
Kemensos juga akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, tim medis, dan keluarga korban untuk memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi hingga kondisi mereka benar-benar pulih.***
Artikel Terkait
Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading saat salat Jumat, polisi pastikan belum ada korban meninggal
Soal ledakan di SMAN 72 Jakarta, Wamenko Polkam Lodewijk: Jangan langsung kaitkan dengan terorisme
Soal ledakan di SMAN 72 Jakarta saat salat Jumat, Pramono Anung: Pemprov DKI sangat berduka
Soal ledakan SMAN 72 Jakarta, Kapolri tak menampik terduga pelaku merupakan pelajar
Pelaku ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta diduga remaja 17 tahun, pengaruh medsos jadi sorotan
Cerita saksi soal ledakan di SMAN 72 Jakarta, pelaku diduga ingin balas dendam setelah jadi korban bullying
Kapolri pastikan terduga pelaku ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta adalah siswa, polisi dalami motif dan paparan ideologi