GENMILENIAL.ID – Dukungan terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Subang terus diperkuat.
Polres Subang bersama Dinas Pertanian Kabupaten Subang bersinergi menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat (R4) ISEKI NT-548F kepada Kelompok Tani KEP Desa Haniwung, Kecamatan Pagaden, yang merupakan kelompok binaan Polres Subang.
Penyerahan dilakukan di halaman Mako Polres Subang, Selasa, 28 Oktober 2025, dipimpin oleh Wakapolres Subang Kompol Endar Supriyatna, disaksikan pejabat utama Polres, jajaran Dinas Pertanian, serta perwakilan kelompok tani.
Dalam kegiatan itu, Dinas Pertanian Kabupaten Subang menyerahkan langsung traktor kepada Polres Subang untuk kemudian diteruskan kepada kelompok tani binaan.
Penyerahan disertai dengan penandatanganan berita acara dan foto bersama sebagai simbol sinergi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kabid Penyuluh dan Sumber Daya (PSD) Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Cecep Setiawan, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah dan kepolisian dalam memperkuat sektor pertanian.
“Kami berharap sinergi ini tidak hanya berhenti di bantuan alsintan, tapi juga berlanjut pada pendampingan agar petani bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolres Subang Kompol Endar Supriyatna menegaskan bahwa kepolisian memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga stabilitas pangan di daerah.
“Polri hadir bukan hanya dalam aspek keamanan, tapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kemandirian pangan. Traktor ini diharapkan membantu petani binaan kami mengolah lahan lebih efisien,” kata Endar.
Ketua Kelompok Tani KEP Desa Haniwung, Deni Herlambang, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menyebut bantuan traktor ini sangat membantu percepatan tanam dan pengolahan lahan di wilayahnya yang sebagian besar bergantung pada pertanian padi.
Melalui kegiatan ini, sinergitas antara Polri, Dinas Pertanian, dan masyarakat tani diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Subang sebagai lumbung pangan yang produktif dan mandiri.***
Artikel Terkait
Pemerintah gelontorkan Rp1,5 triliun untuk serap gula petani, harga dijaga Rp14.500 per kilogram
Keluhan petani tebu ke DPR: Stok gula mandek 100 ribu ton, impor dinilai tak terkendali
500 Petani Subang rasakan dampak positif Program Rubuha lawan hama tikus
DPR soroti konsumsi gula rafinasi, dinilai rugikan petani lokal
Berantas praktik curang, Mentan tegaskan tak ada ampun bagi pihak yang rugikan petani
Hari Tani Nasional di Subang: Petani tagih kepastian lahan, Pemda janji tak tinggalkan mereka di tengah industrialisasi
Kebijakan baru Pemkab Subang: Tahun 2026, semua petani terlindungi BPJS Ketenagakerjaan