“Posisinya sama dan berdampingan dengan sumber PDAM Subang di bawah sini. Kita juga kerja sama dengan UGM untuk studi, termasuk posisi air kita memang di bawah,” ujar perwakilan Aqua.
Meski begitu, Dedi tetap mempertanyakan kemungkinan pengaruh aktivitas pengeboran terhadap kondisi tanah dan longsor di kawasan pegunungan.
“Bukan nuduh sini, saya lagi mikir. Jadi, semua daerah di Jawa Barat air tanah ya,” ujarnya.
KDM sentil perusahaan yang tak jujur soal izin
Dedi juga menyinggung soal izin pengelolaan sumber air, menegaskan hanya ada dua titik yang dikelola dan mengkritik perusahaan yang tidak transparan soal jumlah titik pengambilan air.
“Bener airnya dua titik ya. Soalnya banyak oknum perusahaan ngakunya satu titik, pasangnya lima. Sekarang orang baru bikin izin setelah saya berapa kali ngomong di media sosial,” tegasnya.
Penjelasan resmi Aqua
Dalam keterangannya, pihak Aqua menegaskan bahwa sumber air berasal dari akuifer dalam di pegunungan vulkanik, bukan air permukaan.
Lapisan tanah dalam itu memiliki pelindung alami yang mencegah kontaminasi aktivitas manusia.
Kedalaman sumber air Aqua berkisar 60 hingga 140 meter di bawah permukaan tanah, dengan proses penelitian minimal satu tahun sebelum dinyatakan layak digunakan.***
Artikel Terkait
Solidaritas atau simbolik? Gerakan seribu rupiah Dedi Mulyadi tuai kritik di tengah naiknya belanja daerah
Polisi periksa sopir truk AQUA usai tabrakan maut di Cijambe, 3 tewas diduga akibat rem blong
Polisi dan Dishub Subang temukan truk pengangkut galon Aqua kelebihan muatan dalam kecelakaan Cijambe
Sopir truk pengangkut galon AQUA ditetapkan tersangka dalam kecelakaan maut Cijambe
Heboh kritik Dedi Mulyadi soal Aqua, pakar hidrogeologi: Semakin dalam justru semakin murni
Dedi Mulyadi tantang Menkeu buka data APBD Jabar yang diduga mengendap di bank, Purbaya: Itu laporan resmi BI
Menkeu Purbaya tantang Dedi Mulyadi cek langsung ke BI soal APBD Jabar Rp4,1 triliun: Mungkin stafnya ngibul