Baca Juga: Fokus ke daerah 3T, pemerintah ungkap alasan Sekolah Garuda prioritaskan wilayah luar Jawa
Tingginya minat santri, tak seimbang dengan dukungan dana
Menurut Nasaruddin, pesantren masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dianggap mampu membentuk karakter dan keimanan anak.
Namun tingginya minat tidak diimbangi kemampuan negara dalam penyediaan dana.
“Kita tidak mendapatkan anggaran yang cukup untuk 42 ribu pondok pesantren di Indonesia,” ujarnya.***
Audit nasional bangunan ponpes
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyebut pemerintah akan melakukan audit nasional terhadap bangunan ponpes, khususnya yang berusia lebih dari satu abad.
Baca Juga: Skenario Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026: Antara jalan terjal dan asa yang tak pernah padam
“Audit bangunan akan dilakukan, kemudian kita carikan anggarannya. Prioritas pertama adalah yang paling rawan dan paling tua,” ujar Cak Imin.
Ia menegaskan, arahan Presiden jelas, pesantren-pesantren yang rawan segera direnovasi.
“Ini perintah Presiden. Kita sedang mendata berapa jumlah pesantren yang butuh penanganan cepat,” katanya.***
Artikel Terkait
Kisah haru di balik reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 3 hari bertahan tanpa makan, salat di bawah puing, hingga diamputasi untuk hidup
Evakuasi korban ambruknya Ponpes Al Khoziny diwarnai aksi keluarga terobos puing, BNPB ingatkan bahaya runtuhan ‘pancake’
Mimbar Musala tetap tegak di tengah puing: Fakta terbaru evakuasi reruntuhan Al Khoziny yang tewaskan 37 orang
Presiden Prabowo instruksikan evaluasi nasional usai 49 jenazah ditemukan di reruntuhan Ponpes Al Khoziny
Proses hukum ambruknya Ponpes Al Khoziny: Bersabar tunggu evakuasi selesai untuk mulai penyidikan
Fakta baru di balik ambruknya Ponpes Al Khoziny: Hanya 50 dari 42 ribu pesantren di Indonesia yang punya izin bangunan
Pihak Ponpes Al Khoziny minta maaf, polisi tetap lanjutkan proses hukum hingga dapat dukungan dari MPR