Menag akui minimnya anggaran pesantren, pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny akan dibiayai APBN

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:45 WIB
Pembangunan Ponpes Al Khoziny akan menggunakan uang dari APBN (bnpb.go.id)
Pembangunan Ponpes Al Khoziny akan menggunakan uang dari APBN (bnpb.go.id)

Baca Juga: Fokus ke daerah 3T, pemerintah ungkap alasan Sekolah Garuda prioritaskan wilayah luar Jawa

Tingginya minat santri, tak seimbang dengan dukungan dana

Menurut Nasaruddin, pesantren masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dianggap mampu membentuk karakter dan keimanan anak.

Namun tingginya minat tidak diimbangi kemampuan negara dalam penyediaan dana.

“Kita tidak mendapatkan anggaran yang cukup untuk 42 ribu pondok pesantren di Indonesia,” ujarnya.***

Audit nasional bangunan ponpes

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyebut pemerintah akan melakukan audit nasional terhadap bangunan ponpes, khususnya yang berusia lebih dari satu abad.

Baca Juga: Skenario Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026: Antara jalan terjal dan asa yang tak pernah padam

“Audit bangunan akan dilakukan, kemudian kita carikan anggarannya. Prioritas pertama adalah yang paling rawan dan paling tua,” ujar Cak Imin.

Ia menegaskan, arahan Presiden jelas, pesantren-pesantren yang rawan segera direnovasi.

“Ini perintah Presiden. Kita sedang mendata berapa jumlah pesantren yang butuh penanganan cepat,” katanya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X