Cerita tim SAR menginap di tebing curam Rinjani demi evakuasi Juliana Marins

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 29 Juni 2025 | 22:49 WIB
Anggota tim SAR bagikan momen penyelamatan Juliana Marins (Instagram/agam_rinjani)
Anggota tim SAR bagikan momen penyelamatan Juliana Marins (Instagram/agam_rinjani)

GENMILENIAL.ID – Proses evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana De Souza Pereira Marins, dari jurang Gunung Rinjani tak hanya berlangsung dramatis, tetapi juga penuh risiko.

Salah satu anggota tim SAR, Agam Rinjani, membagikan kisah menegangkan saat dirinya bermalam di tebing curam demi menjaga jenazah Juliana.

“Kami menginap di tebing yang curam 590 meter bersama Juliana satu malam dengan memasang anchor supaya tidak ikut meluncur lagi 300 meter,” tulis Agam melalui Instagram Story, Kamis, 26 Juni 2025.

Baca Juga: Kuasa hukum Nikita Mirzani siapkan lebih dari 10 saksi untuk hadapi Vadel Badjideh di persidangan

Dalam unggahan kolaborasi bersama akun @tyo_survival, diperlihatkan bagaimana tim melakukan flying camp bermalam menggantung di tebing demi menunggu bantuan dari atas. Mereka berada hanya tiga meter dari jenazah korban.

“Setelah memastikan kondisi korban telah meninggal, kami gabungan tim relawan menjaga korban dan bermalam di tebing vertikal yang curam dan bebatuan labil,” tulis @tyo_survival.

Evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian

Juliana Marins terjatuh di jurang kawasan Cemara Nunggal, jalur menuju Puncak Rinjani, pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Ia dilaporkan jatuh dari ketinggian sekitar 150 hingga 200 meter dan baru ditemukan oleh tim SAR pada Selasa, 24 Juni 2025.

Baca Juga: Jajal taksi terbang tanpa pilot, Raffi Ahmad: Deg-degan tapi bangga!

Evakuasi jenazah dilakukan keesokan harinya, Rabu, 25 Juni 2025, dan memakan waktu lebih dari 12 jam.

Tim berhasil mengangkat jenazah ke titik anchor point atas pada pukul 13.51 WITA dan tiba di Resort Sembalun pukul 20.40 WITA, lalu langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB.

“Proses evakuasi telah berlangsung intensif dan berhasil dituntaskan dengan penuh kehati-hatian,” tulis keterangan resmi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Evakuasi jenazah Juliana menjadi salah satu operasi penyelamatan paling ekstrem dan penuh risiko di jalur pendakian Rinjani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X