GENMILENIAL.ID – Tumpukan stok beras di gudang Bulog kembali jadi sorotan. Komisi IV DPR RI menemukan 1.200 ton beras SPHP di gudang Tabahawa, Maluku Utara, yang kondisinya nyaris tak layak konsumsi karena sudah lebih dari setahun disimpan.
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang memimpin inspeksi mendadak pada 23 September 2025 lalu, menyebut beras itu sudah berubah warna dan menimbulkan kekhawatiran akan kualitasnya.
“Ternyata yang ada di sini ada beras yang sudah setahun lebih, warnanya udah abu-abu. Dari Februari kami sudah minta disalurkan, tapi sampai sekarang masih menumpuk. Rakyat jelas kesel kalau dapat beras kayak begini,” tegas Titiek.
Baca Juga: Program awal Lurah Sukamelang: Penguatan karang taruna, UMKM, hingga bank sampah
Bulog beberkan langkah penanganan
Menanggapi hal tersebut, Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengakui adanya stok yang menua dalam penyimpanan.
Pihaknya memastikan telah menyiapkan langkah reprocessing agar beras kembali layak konsumsi.
“Kami akan reprocessing, dibersihkan, dicuci ulang, lalu diuji di laboratorium. Kalau hasil lab menyatakan layak, beras akan disalurkan ke masyarakat. Kalau tidak, akan dialihkan jadi pakan ternak,” ujar Ahmad Rizal di Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2025.
Ia menambahkan, 1.200 ton beras tersebut hanya berasal dari Maluku Utara, sementara jumlah pasti di gudang lain masih dalam penelusuran.
Baca Juga: Ziarah nasional di TMP Cidongkol: Momentum HUT ke-80 TNI, Subang teguhkan semangat persatuan
DPR desak distribusi dipercepat
DPR menilai keterlambatan distribusi SPHP tidak bisa ditolerir, karena program tersebut menyangkut kebutuhan pokok rakyat.
Apalagi, masyarakat harus membeli dengan kualitas yang semestinya layak.
Artikel Terkait
Dana jumbo Rp22,7 triliun untuk bulog, pemerintah targetkan serap 3 juta ton beras petani di 2026
Satgas Pangan ungkap produsen takut diperiksa, stok beras premium di ritel menipis
Mentan tegaskan stok beras kosong di ritel modern bukan karena langka, tapi pergeseran distribusi
Bulog tegaskan kualitas beras SPHP aman dan layak dikonsumsi
Klaim stok aman, Mentan tegaskan Indonesia tak akan impor beras sampai akhir 2025
Tom Lembong soal tuntutan 17 plus 8: Awal perubahan, ibarat sebutir beras untuk sang raja
Mentan Amran klaim Indonesia siap swasembada beras dalam tiga bulan: Transformasi pertanian mulai terlihat