Tom Lembong soal tuntutan 17 plus 8: Awal perubahan, ibarat sebutir beras untuk sang raja

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 24 September 2025 | 03:33 WIB
Eks Mendag RI, Tom Lembong menganalogikan sebutir beras untuk sang raja terkait tuntutan 17 plus 8 usai demonstrasi pada akhir Agustus 2025 (Instagram.com/@tomlembong)
Eks Mendag RI, Tom Lembong menganalogikan sebutir beras untuk sang raja terkait tuntutan 17 plus 8 usai demonstrasi pada akhir Agustus 2025 (Instagram.com/@tomlembong)

GENMILENIAL.ID – Mantan Menteri Perdagangan RI, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, angkat suara terkait tuntutan 17 plus 8 yang mencuat usai aksi demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025.

Menurut Tom, aspirasi tersebut bisa menjadi langkah awal menuju perubahan sistem pemerintahan di Indonesia.

“Saya melihat tuntutan 17 plus 8, itu langkah awal yang baik. Tentu, setelah langkah pertama, akan ada langkah kedua, ketiga, dan keempat,” ujar Tom dalam siniar YouTube Raymond Chin, Jumat 12 September 2025.

Baca Juga: Jokowi anggap polemik ijazah Gibran isu tahunan, singgung ada dalang di baliknya

Momentum yang tak bisa disepelekan

Tom menekankan bahwa lahirnya tuntutan itu adalah momentum penting yang harus dijalani secara bertahap dan konsisten.

“Mulai dari mana kita berada, lalu gunakan apa yang kita miliki. Kalau dilakukan terus-menerus, perubahan itu akan terjadi dengan sendirinya,” tegasnya.

Ia menyebut, suara masyarakat, audiens, dan teknologi adalah modal penting untuk mendorong perbaikan sistem pemerintahan.

Analogi sebutir beras di papan catur

Untuk menggambarkan pentingnya perubahan bertahap, Tom mengisahkan dongeng klasik soal raja, penasihat, dan sebutir beras di papan catur berisi 64 kotak.

Baca Juga: Drama mikrofon mati di sidang PBB: Dari Erdogan, Prabowo, hingga Carney, pesan pro Palestina tetap bergema

Awalnya, sang penasihat hanya meminta satu butir beras di kotak pertama, dua di kotak kedua, empat di kotak ketiga, dan seterusnya.

“Awalnya raja anggap sederhana, tapi lama-kelamaan jumlah beras yang diminta berlipat ganda hingga kerajaan kewalahan,” tutur Tom.

Dari kisah itu, ia menyimpulkan bahwa perubahan yang kecil, jika dilakukan konsisten, akan tumbuh menjadi gelombang besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X