Polri buru dalang kerusuhan demo Agustus 2025, analisis digital disebut bisa jadi pintu masuk

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 28 September 2025 | 06:30 WIB
Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro menegaskan bakal menelusuri dalang utama atau mastermind di balik kerusuhan demo pada akhir Agustus 2025 (Dok. Polri)
Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro menegaskan bakal menelusuri dalang utama atau mastermind di balik kerusuhan demo pada akhir Agustus 2025 (Dok. Polri)

 

GENMILENIAL.ID – Kerusuhan besar yang terjadi hampir serentak di berbagai daerah pada akhir Agustus 2025 masih menyisakan misteri.

Hingga kini, polisi belum menemukan sosok dalang atau mastermind yang disebut-sebut mengatur jalannya huru-hara tersebut.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, kendati sudah ada 959 tersangka ditetapkan yang terdiri dari 664 orang dewasa dan 295 anak-anak, mereka hanyalah pelaku kerusuhan, bukan penggerak utama.

Baca Juga: Polemik stok BBM kosong di SPBU swasta, DPR dan pengamat sepakat bukan monopoli Pertamina

“Apakah sudah didapatkan mastermind? Semua tim masih terus bekerja. Karena kejadian ini berjalan serentak hampir di semua polda, kami pastikan prosesnya harus scientific,” kata Djuhandani dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 24 September 2025.

Ia menegaskan, Polri kini menelusuri aliran dana dengan bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memastikan ada atau tidaknya pihak yang mendanai kerusuhan.

Hendropriyono: Ada aktor asing

Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono menilai kerusuhan akhir Agustus tidak lepas dari campur tangan pihak luar.

Baca Juga: Dari isu outfit mewah sampai public speaking, begini klarifikasi Menpar Widiyanti

Menurutnya, ada aktor asing nonpemerintah yang menunggangi aksi di sekitar DPR/MPR pada 25 dan 28 Agustus.

“Dalangnya dari luar. Orang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam,” ujar Hendropriyono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025.

Ia menyebut, tujuan dari gerakan itu adalah merusak demokrasi Indonesia melalui cara nonmiliter.

Namun, ia tidak menyebut nama, hanya memberi sinyal bahwa sosok itu memiliki pengaruh besar di negaranya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X