“Kita minta dilakukan investigasi lapangan untuk membedakan mana yang murni keracunan, kelalaian, atau mungkin ada unsur kesengajaan,” kata Dasco.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengumumkan pembentukan tim khusus guna memberikan second opinion sebelum hasil uji BPOM keluar.
Baca Juga: KPK sebut Ustaz Khalid Basalamah saksi kunci korupsi kuota haji 2024, dalami aliran uang percepatan
Deretan KLB MBG di Indonesia
Kasus Sumedang menambah daftar panjang KLB keracunan MBG. Hingga 22 September 2025, BGN mencatat 45 KLB dengan 4.711 korban, sementara data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia lebih tinggi, yakni 6.452 korban.
Jawa Barat menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, menembus angka 2.000 korban.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, bahkan sudah menutup tiga dapur MBG yang terindikasi bermasalah.
“Jangan sampai satu atau dua kasus berpengaruh pada dapur lain yang sudah bekerja dengan baik,” jelasnya.
Dilema program MBG
Program MBG yang semula dipuji sebagai terobosan gizi anak sekolah kini berubah menjadi dilema.
Di satu sisi, program ini penting untuk kesehatan siswa. Di sisi lain, lemahnya pengawasan dan standar kebersihan justru mengundang risiko keracunan massal.
Kini, publik menanti langkah konkret pemerintah dalam menegakkan standar keamanan pangan, agar tujuan mulia MBG tidak terus tercoreng oleh rentetan kasus keracunan massal.***
Artikel Terkait
Kasus keracunan MBG jadi KLB: BGN konsisten salahkan SPPG, Waka baru bentuk Tim Investigasi Khusus
11 Siswa SD di Subang diduga keracunan usai santap MBG, Dinkes kirim sampel ke laboratorium
Kritik pedas dr. Tan Shot Yen soal MBG: Dari SPPG yang bermasalah hingga tuntutan transparansi anggaran
Badai kasus keracunan terpa program MBG di sekolah, kritik menu makanan kian tajam
11 Siswa SD di Subang diduga keracunan usai santap MBG, Bupati janji perketat pengawasan SPPG
Kasus keracunan massal MBG kian meluas: Pakar IDAI ingatkan bahaya dapur massal, sarankan hidupkan kantin sekolah
Menu kearifan lokal MBG jadi sorotan: Kasus ikan hiu di Kalbar hingga kontroversi usulan serangga dari BGN