Insiden keracunan massal di Sumedang, Polri hingga DPR soroti lemahnya pengawasan standar pangan program MBG

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 26 September 2025 | 18:26 WIB
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf menyatakan pihaknya lakukan penyelidikan kasus dugaan keracunan imbas menu makanan bergizi gratis (MBG) yang tak layak konsumsi (Dok. Polri)
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf menyatakan pihaknya lakukan penyelidikan kasus dugaan keracunan imbas menu makanan bergizi gratis (MBG) yang tak layak konsumsi (Dok. Polri)

 

GENMILENIAL.ID – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, kali ini melanda puluhan siswa di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Kamis 25 September 2025.

Sebanyak 70 siswa dilaporkan mengalami gejala mual hingga muntah setelah menyantap menu MBG, sebagian di antaranya dirawat intensif di puskesmas setempat.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kejadian luar biasa (KLB) keracunan MBG di berbagai daerah dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Menu kearifan lokal MBG jadi sorotan: Kasus ikan hiu di Kalbar hingga kontroversi usulan serangga dari BGN

Respons pemerintah daerah

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah. Distribusi MBG di Ujungjaya juga dihentikan sementara.

“Seluruh kepala SPPG akan kami undang untuk membahas masalah ini. Ahli gizi juga kami turunkan, dan camat saya instruksikan untuk memonitor langsung agar SOP dijalankan dengan baik,” tegas Dony.

Polri lakukan asistensi

Kasus keracunan ini mendapat perhatian aparat hukum. Dirtipideksus Bareskrim Polri, Helfi Assegaf, memastikan pihaknya melakukan asistensi untuk mendalami penyebab keracunan.

Baca Juga: Kasus keracunan massal MBG kian meluas: Pakar IDAI ingatkan bahaya dapur massal, sarankan hidupkan kantin sekolah

“Untuk MBG yang keracunan itu ditangani Polda masing-masing. Kita melakukan asistensi supaya bisa dapatkan fakta untuk keamanan pangan,” ujarnya.

Sorotan DPR dan BGN

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menilai penting agar aparat hukum mengusut tuntas kasus ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X