“Sudah saatnya wakil rakyat hadir dengan empati yang tinggi. Amanat rakyat harus memberi manfaat, bukan justru memperlihatkan kegagahan sebagai pejabat,” tandasnya.
Rudi berharap, momentum demonstrasi ini bisa menjadi refleksi bersama agar pemerintah dan legislatif kembali ke jalur demokrasi yang sehat, mengedepankan dialog, empati, dan solusi, demi mencegah chaos sosial lebih luas.***
Artikel Terkait
Kang Rey usai shalat ghaib: Demo Subang jadi contoh, anarkis hanya karena oknum penyusup
Mensos: Presiden siapkan bantuan untuk korban unjuk rasa, disesuaikan dengan kebutuhan keluarga
Ikuti instruksi presiden, Kementerian PU gerak cepat data dan rehabilitasi fasilitas umum rusak
Pakar komunikasi desak pemerintah rangkul media, bukan influencer, untuk jaga kepercayaan publik
PBB desak Indonesia utamakan dialog dan transparansi dalam penanganan aksi protes
Melly Goeslaw ikhlas dijauhi teman usai jadi anggota DPR, tetap komitmen jalankan amanah
Biaya perbaikan gedung DPRD dan fasum rusak capai Rp900 miliar, ditargetkan rampung 6 bulan