GENMILENIAL.ID – Istana Kepresidenan RI akhirnya angkat bicara terkait viralnya video pengawalan polisi terhadap kucing peliharaan Presiden Prabowo Subianto, Bobby Kertanegara.
Penjelasan itu disampaikan setelah sejumlah warganet mengkritik penggunaan aparat untuk mengamankan hewan peliharaan presiden.
Pengawalan tersebut terjadi dalam acara Cat Lovers Social Day 2025 yang digelar pada 12 Juli 2025.
Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kepolisian Republik Indonesia dan Rumah Sakit Hewan Polri.
Baca Juga: Resmi, Garuda satu grup dengan Irak dan Arab Saudi di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Meski bersifat seremonial, kehadiran Bobby yang dikawal beberapa personel polisi hingga melintasi karpet biru memancing respons beragam dari publik, khususnya di media sosial.
Sebagian warganet menilai hal tersebut sebagai bentuk berlebihan dalam menggunakan fasilitas negara.
Menanggapi kritik tersebut, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menegaskan bahwa Bobby merupakan bagian dari properti Presiden yang juga masuk dalam objek pengamanan negara.
"Bukan hanya Presiden, tetapi propertinya Presiden juga menjadi tanggung jawab negara untuk dijaga. Rumah Presiden kita jaga, properti dan miliknya Presiden kita jaga," kata Juri kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 17 Juli 1025.
Baca Juga: JPP Promedia audiensi dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, bahas sinergi media dan pemerintah
Ia menyatakan tidak ada yang salah dari pengamanan terhadap Bobby, mengingat statusnya sebagai milik Presiden Republik Indonesia.
"Sekarang saya mau nanya, Bobby tuh punya siapa? Boleh dijaga nggak? Ya boleh dong. Masa diprotes," tegasnya.
Sementara itu, sebagian warganet tetap melayangkan kritik terhadap aksi pengawalan tersebut.
Dalam video yang beredar, Bobby tampak hadir di lokasi dengan pengawalan khusus dan diperlakukan layaknya tamu penting.
Artikel Terkait
Mengintip awal mula pertemuan Prabowo dengan Bobby Kertanegara, kucing lucu dan menggemaskan yang dapat penghargaan Google
Trump terapkan tarif 32 persen untuk produk RI mulai Agustus, Istana: Masih ada peluang negosiasi
Penunjukan 24 calon Dubes oleh Prabowo, Istana: Ada banyak pertimbangan strategis
Istana tanggapi isu WNI diimbau cari kerja ke luar negeri: Ada opsi menarik yang patut diambil
Istana soal Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober: Tak ada unsur cocoklogi dengan ultah Prabowo
Upacara 17 Agustus 2025 digelar di Jakarta, bukan di IKN: Istana sebut sudah bentuk panitia
Istana tegaskan Indonesia tak mundur dari BRICS meski dihantui ancaman tarif tambahan AS