Air zamzam dibuang di Bandara, petugas imbau jemaah haji patuhi aturan demi keselamatan penerbangan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 02:22 WIB
Botol air zamzam yang diambil dari koper jemaah haji Indonesia (Kemenag.go.id)
Botol air zamzam yang diambil dari koper jemaah haji Indonesia (Kemenag.go.id)

GENMILENIAL.ID – Momen memilukan kembali terjadi menjelang kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi.

Ratusan botol air zamzam terpaksa dibuang petugas saat ditemukan disimpan dalam koper bagasi jemaah, meski sebelumnya telah dilarang.

Kejadian ini bukan kali pertama, namun tetap menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keselamatan penerbangan.

Air zamzam termasuk barang yang dilarang dibawa secara mandiri dalam koper jemaah, terutama yang masuk ke bagasi pesawat.

Baca Juga: Polemik royalti lagu bilang saja, DPR soroti putusan Rp1,5 miliar untuk Agnez Mo: Perlu kepastian hukum bagi seniman

“Kalau kami loloskan satu botol air zamzam saja, dikhawatirkan akan menjadi preseden, seolah-olah boleh membawa sendiri. Padahal ini sangat berisiko,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Pemberangkatan dan Pemulangan PPIH Arab Saudi, Cecep Nursyamsi, dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat, 20 Juni 2025.

Cecep menjelaskan bahwa seluruh koper jemaah akan ditimbang dua hari sebelum jadwal pemulangan, lalu diperiksa menggunakan X-ray di gudang.

Jika ditemukan barang terlarang seperti air zamzam, koper akan dibongkar oleh petugas untuk disortir ulang.

Baca Juga: Dari Kremlin ke Konstantinovsky: Seskab Teddy kenang jejak diplomasi Prabowo dan harapan baru kemitraan Indonesia-Rusia

Berbagai upaya kamuflase ditemukan dalam pemeriksaan tersebut. Mulai dari membungkus air zamzam dengan kain ihram, menyelipkannya dalam sajadah, hingga melilit botol dengan lakban.

Bahkan, ada koper yang setengah isinya hanya berisi air zamzam.

Petugas dari Saudi Airlines, Mohammad Faiza, mengungkapkan bahwa kondisi ini kerap menyebabkan keterlambatan penerbangan.

“Pernah ada koper yang akhirnya tertinggal dan baru bisa diterbangkan di kloter selanjutnya karena waktu pembongkaran cukup lama,” ujarnya.

Baca Juga: Al Ghazali dan Alyssa pilih Afrika untuk bulan madu: Bukan liburan mewah, tapi pencarian pengalaman unik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X