Trump klaim selamatkan Khamenei dari kematian, tapi malah dihujani kebencian

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 2 Juli 2025 | 23:05 WIB
Presiden AS, Donald Trump (Instagram.com/@potus)
Presiden AS, Donald Trump (Instagram.com/@potus)

GENMILENIAL.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mencuri perhatian publik internasional lewat curhatannya di media sosial Truth Social, Sabtu, 28 Juni 2025.

Ia mengklaim telah menyelamatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dari kematian usai menengahi gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Pernyataan Trump muncul setelah Khamenei menyinggung soal kemenangan Iran atas Israel dan bersumpah tidak akan tunduk terhadap tekanan Amerika Serikat.

Baca Juga: Presiden Prabowo langsung gelar ratas usai terima PM Malaysia, bahas isu ekonomi dan hubungan bilateral

Hal itu tampaknya memicu kemarahan Trump yang menyebut Khamenei tak memahami arti rasa syukur.

“Saya tahu tepatnya di mana dia (Khamenei) berlindung, dan saya tidak mengizinkan Israel atau angkatan bersenjata AS yang paling kuat di dunia untuk menghabisinya,” tulis Trump dalam unggahannya.

Trump menilai klaim kemenangan Iran tidak akurat, karena menurutnya, pasukan AS atau Israel bisa saja membunuh Khamenei jika diinginkan.

“Saya menyelamatkan dia dari kematian buruk dan memalukan, dan dia bahkan tidak perlu mengatakan terima kasih kepada Presiden Trump,” ujarnya.

Baca Juga: Pesinetron MR ditangkap usai peras kekasih sesama jenis, polisi ungkap motif cemburu

Trump juga mengungkapkan kekecewaannya karena justru dihujani kritik dan ujaran kebencian atas upaya damainya, termasuk saat mencoba menghapus sanksi terhadap Iran.

“Saya malah dihujani pernyataan kemarahan, kebencian, rasa jijik, dan dorongan untuk segera mencabut sanksi dan lainnya,” keluhnya.

Trump bahkan sempat mengancam akan membom Iran jika mereka masih terbukti mengembangkan senjata nuklir.

Pernyataan ini menambah ketegangan retorika antara kedua negara, meski sebelumnya tercapai kesepakatan gencatan senjata yang meredakan konflik bersenjata antara Iran dan Israel.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X